riau24

Akun Twitter Said Didu di Hack dan Fitnah Ustaz Abdul Somad, ini Komentar Mahfud MD

Minggu, 14 April 2019 | 08:31 WIB
Mantan Ketua MK, Mahfud MD Mantan Ketua MK, Mahfud MD

RIAU24.COM - Akun Twitter Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

Tak hanya meretas, akun tersebut juga telah melakukan sejumlah fitnah keji yang ditujukan kepada Ustaz Abdul Somad.

Hal itupun ditanggapi oleh Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Dia mengatakan bahwa Said Didu sempat mengutarakan kepadanya tentang akunnya telah di hack.


BACA JUGA : Pulih dari Sakit, Sandiaga Lari Keliling Stadion GBK

Tak hanya itu, Said Didu juga sempat meminta kepada Mahfud untuk memberitahukan jika akunnya telah diretas. Tak hanya itu, diapun langsung melalukan pengecekan terhadap akun Said Didu.

"Sy sdh tidur ketika jam 01.23 WIB td pg Said Didu kirim WA ke sy, memberitahu dan meminta sy ngumumkan bhw Akun Twitternya @saididu di-hack dan dikendalikan org lain. Stlh sy LHT akunnya memang benar berisi hal2 yg tak mungkin dicuitkan oleh Pak Said, yi, serangan brutal thd UAS," kata dia di akun Twitternya, Minggu, 14 April 2019.

Tak hanya itu, dia pun menanggapi akun Twitter Dahlan Iskan yang juga telah diretas dan kehilangan followersnya secara drastis. Dia pun menyayangkan hal tersebut.


BACA JUGA : Diduga Karena Suara Jokowi Anjlok, Bupati Madina Mengundurkan Diri

"Berita lain, akun Pak Dahlan Iskan jg dibajak tp skrg sdh normal lagi. Namun followernya yg 2,2 juta hilang. Sy blm mengonfirmasi kpd Pak Dahlan ttg musibah ini. Sungguh disayangkan, terjadinya hack thd akun dua orang yg selalu berbicara blak2an, lepas dari soal kita setuju/tdk," ucapnya di akun @mohmahfudmd.

Kemudian, dari hal tersebut, Mahfud menjelaskan jika untuk tidak buru-buru menghakimi jika pembajak adalah kelompok capres tertentu.

"Terlepas dari soal kita setuju atau tak setuju pd isinya, akun @saididu dan @iskan_dahIan adl akun yg jelas menunjukkan jatidirinya. Tp kita jgn buru2 menjadge bhw pembajaknya dari kelompok paslon Capres/Wapres tertentu. Bs jd ini adl pembajak yg ingin mengadu domba," demikian Mahfud.

PenulisR24/ibl


Loading...

loading...