riau24

Wahai Mahasiswa, Motivasi Dirimu Gapailah Suksesmu Ada di Tanganmu

Senin, 15 April 2019 | 11:08 WIB
Mahasiswa pemuncak (cumlaod) dari Fakultas Hukum wisuda ke 58 Universitas Lancang Kuning. Presiden Mahasiswa Unilak 2017-2018 Mahasiswa pemuncak (cumlaod) dari Fakultas Hukum wisuda ke 58 Universitas Lancang Kuning. Presiden Mahasiswa Unilak 2017-2018

RIAU24.COM - Pribadi yang termotivasi pastilah akan menarik  dan menjadi virus kekuatan bagi sendiri, terlebih di zaman yang serba kompetetif sekaligus kooperatif ini.

Menjadi Mahasiswa adalah Bagian Hal Yang tak pernah Terlupakan, mahasiswa yang terus bergerak "From nothing to Be Something for Knowledge and experience ".

Seperti misalnya bergabung di organisasi Intra ataupun Ekstra Kampus, pergi ke perpustakaan mencari referensi untuk pemecahan Masalah tugas dan kelompok belajar, berdiskusi alot tentang peradaban hingga menulis dan turun ke jalan untuk memberi kritik serta berbarengan dengan solusi dalam perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hal Ini lah rutinitas Saya lakukan selama menjadi Mahasiswa, Namun Ada beberapa pertanyaan selalu bersahut-sahutan ketika proses di Kampus kala menjadi mahasiswa seperti.



BACA JUGA : OPINI : Saatnya Rakyat Jadi Macan Bukan Mengembek

"Bagaimana IPK bisa bagus jika kegiatan organisasi berjibun? Kalau mau IPK bagus, ya nggak bisa aktif di organisasi. Harus pilih salah satu. Mau IPK atau Organisasi"?

Ini adalah Pembodohan dan Kebodohan yang nyata bagiku karena Menjadi mahasiswa dengan IPK bagus itu biasa. Mahasiswa dengan segudang kegiatan multi-organisasi juga biasa. 

Namun, menjadi mahasiswa dengan IPK bagus, aktif di multiorganisasi, dan mampu membawa manfaat bagi banyak orang, bahkan menggemparkan dunia, itu baru SETENGAH DEWA.

Lawan dengan membaca dan taklukkan setiap tantangan, bersiaplah menjadi mahasiswa setengah dewa dan gemparkan dunia !!

Kutipan buku Mahasiswa setengah dewa  itulah yang menguatkan saya untuk memotivasi diri untuk terus berikhtiar dan menaklukan rasa takut bercampur Penasaran kala mencari kebenaran dan mencari pencerahan saat dikelilingi Kegelapan. 

Ternyata setelah Menjadi Sarjana dengan ilmu yang mereka raih selama perkuliahan tidak mampu membuat mereka kuat. Teori teori dan pengetahuan yang dipelajari selama ini belom mampu untuk mewujudkan aktualisasi.

Jadinya banyak sarjana yang motivasi  belajar dirinya hanya sebatas untuk sang Juara di Ijazah, perlombaan atau cerdas secara akademik. 

Dibalik itu banyak tidak terbiasa untuk pengembangan Kecakapan Soft Skill  baik dalam kecakapan personal, sosial dan itu telah menjadi fenomena banyak diantara sarjana kebanyakan diluaran sana.

Tidak adanya Kesadaran untuk melakukan Rutinitas Akademik dan non Akademik Pembentukan (Soft Skill) Secara berbarengan, Selama proses perkuliahan di kampus meski cumlaode sekalipun, belum tentu bisa menjamin mereka dalam meraih pekerjaan yang mereka impikan, apalagi untuk menciptakan Dunia Lapangan Pekerjaaan. 

Makanya jadilah Pribadi yang mampu memotivasi sebagai faktor membuat kebahagian tersendirinya karena seperti magnet yang memberikan semangat, peneguhan, kekuatan yang menggerakkan sehingga tergerak untuk maju, untuk berubah berlari untuk sukses, walau harus dengan kerja keras dan ketekunan yang tinggi. 



BACA JUGA : OPINI : Prediksi Pemilih Calon Presiden 2019

Hal lain yang sangat penting untuk motivasi diri adalah mampu mengubah bangunan pikiran dan perasaan dari hal-hal yang negatif ke hal-hal yang positif seperti fenomena yang terjadi.

Pikiran dan perasaan yang lebih positif akan mendorong orang untuk maju dan bersemangat dalam hidup dibandingkan dengan pikiran dan perasaan yang negatif. 

Jangan ciptakan kerumitan hal-hal yang sederhana dan sederhanakanlah hal-hal yang rumit sehingga semuanya dapat dilalui dengan penuh antusias.

Penulis : Ervan Ibsahrodan

 

PenulisTIM BERKAS 36


Loading...

loading...