riau24

Konsumsi Bahan Dapur ini, Dapat Tekan Risiko Kanker Paru-paru Hingga Kanker Prostat

Sabtu, 11 Mei 2019 | 11:44 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM - Bawang putih merupakan salah satu bumbu dapur yang ternyata memiliki segudang manfaat bagi tubuh. Bawang putih telah digunakan di seluruh dunia selama ribuan tahun.

Menurut Medical News Today, yang dilansir dari klikdokter.com, bawang putih bahkan sudah digunakan saat Piramida Giza dibangun, sekitar 5.000 tahun lalu. Bahkan, dokter Yunani kuno, Hippocrates (sekitar 460-370 SM), meresepkan bawang putih untuk berbagai kondisi, yaitu pernapasan, parasit, pencernaan buruk, dan kelelahan.

Tak hanya itu, baik di Timur Tengah, Asia Timur, dan Nepal, bawang putih sejak lama sudah digunakan untuk mengobati beragam penyakit. Seperti, bronkitis, hipertensi (tekanan darah tinggi), TB (TBC), gangguan hati, disentri, perut kembung, kolik, cacingan, rematik, diabetes, dan demam.

Berikut ini manfaat dari si bawang putih untuk kesehatan tubuh.


BACA JUGA : Tak Bikin Lemes, 2 Olahraga ini Bisa Dilakukan Saat Puasa

1. Menekan risiko kanker paru-paru
Menurut penelitian yang dilakukan di Jiangsu, Cina, orang yang makan bawang putih mentah setidaknya dua kali seminggu selama 7 tahun berisiko 44 persen lebih rendah terkena kanker paru-paru. Studi itu menunjukkan bahwa bawang putih berpotensi berfungsi sebagai agen kemo-preventif untuk kanker paru-paru.

2. Menangkal kanker otak
Senyawa organo-sulfur yang ada di dalam bawang putih efektif dalam menghancurkan sel-sel pada glioblastoma, sejenis tumor otak yang mematikan. Ilmuwan di Medical University of South Carolina melaporkan dalam jurnal Cancer, “Tiga senyawa organo-sulfur murni dari bawang putih, yaitu DAS, DADS, dan DATS, menunjukkan kemanjuran dalam memberantas sel-sel kanker otak. Tapi DATS terbukti yang paling efektif."

3. Mencegah osteoartritis
“Wanita yang rutin mengonsumsi bawang putih dalam menu harian mengalami penurunan risiko osteoartritis. Osteoartritis adalah peradangan sendi yang pada umumnya berkaitan dengan penuaan,” kata dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.

Mengenai hal tersebut ada sebuah penelitian menarik yang melibatkan lebih dari 1.000 perempuan sehat. Peneliti itu menemukan, perempuan  yang memiliki kebiasaan diet, termasuk banyak buah dan sayuran allium (termasuk bawang putih, bawang merah, dan daun bawang), memiliki lebih sedikit tanda-tanda osteoartritis awal di sendi panggul.

4. Antibiotik yang kuat
Kemudian, Diallyl sulfide dalam bawang putih 100 kali lebih efektif daripada dua antibiotik populer dalam memerangi bakteri Campylobacter. Bakteri Campylobacter adalah salah satu penyebab paling umum infeksi usus.


BACA JUGA : Heboh Cacar Monyet, Ini Data dan Fakta Yang Harus Anda Ketahui

5. Turunkan risiko penyakit jantung
Diallyl trisulfide, komponen minyak bawang putih, membantu melindungi jantung selama operasi jantung dan setelah serangan jantung, menurut para peneliti di Emory University School of Medicine. Peneliti juga percaya diallyl trisulfide dapat digunakan sebagai pengobatan untuk gagal jantung.

“Bawang putih juga berkhasiat melindungi penderita diabetes dari kardiomiopati (penyakit kronis pada otot jantung),” tutur dr. Nadia.

6. Tekan risiko kanker prostat
Dokter di Rumah Sakit Persahabatan Cina-Jepang, Beijing, meneliti tentang hubungan antara konsumsi sayuran allium dan risiko kanker prostat. Para penulis penelitian menyimpulkan, "Sayuran allium, khususnya bawang putih, terkait dengan penurunan risiko kanker prostat". Tapi, karena studi terkait masih sangat minim, efektivitas bawang putih untuk kanker prostat terus diteliti.

PenulisR24/ibl


Loading...

loading...