riau24

Dirjen KSDAE Sebut Masalah Harimau dan Gajah Jadi Tantangan Tersendiri di Riau

Senin, 13 Mei 2019 | 22:02 WIB
Dirjen Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno saat memberikan pemaparan di acara Ngopi PWI Riau Dirjen Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno saat memberikan pemaparan di acara Ngopi PWI Riau

RIAU24.COM - Dirjen Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno mengatakan saat ini Indonesia memiliki sebanyak kawasan konservasi dengan luas mencapai 27,14 juta hektare.

"Dari total tersebut, Hampir 2,4 juta hektare merupakan zona tradisional yang boleh di kelola masyarakat,
23 ribu hektare zona blok religi, budaya dan sejarah, serta
1,64 juta hektare usulan wilayah adat," jelasnya saat acara Ngobrol Pintar (Ngopi) PWI Riau bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Lingkungan, Senin, 13 Mei 2019.


BACA JUGA : Program Kemitraan PT CPI dengan Universitas di Riau, Beri Peluang Mahasiswa UIR Magang di Korsel

Khusus untuk di Riau, katanya, ada beberapa lokasi konservasi yang masih bagus, diantaranya adalah suaka margasatwa Rimbang Baling dan Taman Nasional Danau Zamrud Siak.

Kemudian, kata dia, di beberapa lokasi kawasan terdapat kelompok-kelompok gajah yang ada di Riau. "Seperti di Mahato, Balairaja, Giam Siak Kecil, Teso Nilo Utara, Teso Nilo Tenggara, Serangge, Minas dan Rokan Hilir," rincinya.


BACA JUGA : PUPR Sebut Pembangunan Kejati Dilanjutkan, Mapolda Riau Tunggu Arahan Gubernur

Sedangkan untuk persebaran harimau di Riau juga berada dibeberapa kawasan, diantaranya adalah Rimbo Panti, Senepis, Giam Siak Kecil, Semenanjung Kampar, Kerumutan, Teso Nilo, Bukit Tiga Puluh dan Rimbang Baling.

"Di Riau memang yang jadi tantangan tersendiri adalah kehidupan harimau dan gajah. Apalagi sempat heboh tentang Boni dan Bonita," tuturnya.

PenulisR24/ibl


Loading...

loading...