riau24

Sindir Wacana Impor Guru Menko PMK, Rocky Gerung: Buat Ngajar di Kolam

Selasa, 14 Mei 2019 | 04:25 WIB
Pengamat Politik, Rocky Gerung Pengamat Politik, Rocky Gerung

RIAU24.COM - Pengamat Politik, Rocky Gerung, menyindir wacana Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani yang akan mengundang guru dari luar negeri untuk menjadi tenaga pengajar di Indonesia.

Di akun Twitternya, dia membuat sebuah kalimat satire atau sindiran terhadapt wacana tersebut. Dia mengatakan kebijakan tersebut untuk mengajar di kolam.

"Import guru itu harus!  Buat ngajar di kolam," cuit Rocky Gerung, Senin, 13 Mei 2019.

Untuk diketahui, Menurut Puan yang dilansir dari Tirto.id mengatakan saat ini Indonesia sudah bekerja sama dengan beberapa negara untuk mengundang para pengajar, salah satunya dari Jerman.


BACA JUGA : Marak Penangkapan Jelang Aksi 22 Mei, Fahri Ingatkan Rakyat Bakal Melawan Balik

Kata Puan, jika para tenaga pengajar asing tersebut mengalami kendala bahasa, mereka akan diberi fasilitas penerjemah serta perlengkapan alih bahasa.

Sementara itu, wacana yang digulirkan Puan tersebut mendapat kritikan dari Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim. Dia mengatakan jumlah guru di Indonesia sudah mencukupi.

Ramli menjelaskan jumlah Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan lulusannya terus bertambah setiap tahunnya. Ia merujuk data Kemendikbud yang menyatakan pada 2013 terdapat 429 LPTK, terdiri dari 46 negeri dan 383 swasta.

Total mahasiswa saat itu mencapai 1.440.770 orang. Jumlah tersebut lebih banyak dibanding 2010 dengan 300 LPTK.


BACA JUGA : Jubir BPN: Habis Tarawih Prabowo Jenguk dan Bawa Makanan Untuk Lieus Sungkharisma

"Dengan jumlah mahasiswa 1,44 juta maka diperkirakan lulusan sarjana kependidikan adalah sekitar 300.000 orang per tahun. Padahal kebutuhan akan guru baru hanya sekitar 40.000 orang per tahun," jelasnya.

Ramli sensiri pesimistis tenaga pengajar asing bisa mengikuti kurikulum yang diterapkan di Indonesia. Apalagi, tambah dia, guru asing tersebut kemungkinan akan memiliki persoalan bahasa.

PenulisR24/ibl


Loading...

loading...