riau24

Siap Taruhkan Nyawa, Prabowo: Pemerintah tak Perlu Takut-takuti Rakyat dengan Tuduhan Makar

Selasa, 14 Mei 2019 | 22:30 WIB
Prabowo Subianto Prabowo Subianto

RIAU24.COM -  Calon presiden RI nomor urut 02 Prabowo Subianto, menegaskan, pihaknya akan terus memperjuangkan keadilan demi rakyat Indonesia. Bahkan demi memperjuangkan suara rakyat dan rasa keadilan, Prabowo siap mempertaruhkan nyawanya. Ia juga mengingatkan pemerintah untuk tidak menakut-nakuti rakyat dengan tuduhan makar.

Hal itu dilontarkannya, terkait dengan dugaan banyaknya kecurangan yang terjadi selama pelaksanaan Pemilu 2019.



BACA JUGA : Sah,, KPU Tetapkan Pasangan Jokowi-Ma'ruf Menang Pilpres 2019

Prabowo juga akan akan mengumpulkan tim ahli dan tim hukum, dan rencananya dia akan menulis surat wasiat apabila terjadi kemungkinan terburuk.

"Sore ini saya ke Kertanegara, saya akan mengumpulkan tim ahli hukum, saya akan buat surat wasiat," kata Prabowo, di Hotel Grand Sahid, Selasa 14 Mei 2019.

Ditegaskannya, Pemerintah tidak perlu menakut-nakuti rakyat dengan tuduhan makar. Sebab di antara rakyat yang memperjuangkan keadilan, terdapat sejumlah jenderal yang dahulu membela NKRI, sehingga tidak mungkin mereka yang sudah berjuang nyawa untuk mempertahankan negara, malah dituduh makar.



BACA JUGA : Prabowo-Sandi Unggul Di Riau, Berikut Hasil Lengkap Rekapitulasi Suara 34 Provinsi

"Enggak usah nakut-nakuti kita dengan makar-makar. Orang-orang ini bukan makar, jenderal-jenderal ini sudah mempertaruhkan nyawanya sejak lama, mereka tidak makar. Kita membela bangsa dan negara Republik Indonesia. Jangan takut-takuti kita dengan senjata yang diberikan oleh rakyat," ujarnya, dilansir viva.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan, pihaknya masih menunggu itikad baik dari pemerintah dan penyelenggara pemilu untuk menyadari kesalahannya.

Menurut Prabowo, saat ini kedaulatan ada di tangan rakyat. "Kalau kau memilih ketidakadilan berarti kau mengizinkan penjajahan terhadap rakyat Indonesia. Kami masih menaruh harapan kepadamu, tapi sikap saya, yang jelas saya akan menolak hasil penghitungan yang curang. Kami tidak bisa menerima ketidakadilan dan ketidakjujuran," tegasnya lagi. ***

PenulisR24/wan


Loading...

loading...