riau24

Heboh Cacar Monyet, Ini Data dan Fakta Yang Harus Anda Ketahui

Rabu, 15 Mei 2019 | 11:12 WIB
Bocah penderita Cacar Monyet Bocah penderita Cacar Monyet

RIAU24.COM -  Wabah Monkeypox atau cacar monyet merebak di negeri tetangga Singapura. Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran publik tanah air. Pasalnya, sangat banyak orang Indonesia yang bepergian ke negri jiran tersebut.

Sebenarnya, seberapa mematikan kah kondisi cacar monyet pada manusia? Dikutip vivanews dari Medicinenet, tampilan Monkeypox tak jauh berbeda dengan cacar air yang biasa ditemui. Virus ini menyebar melalui air liur, urine, dan feses.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menjelaskan, masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) Monkeypox biasanya 6 – 16 hari, tetapi dapat berkisar dari 5 – 21 hari. Setelah melewati tujuh hari pertama, lesi atau luka berlubang dan bernanah akan mulai berkembang di seluruh tubuh, dari wajah hingga kaki. Biasanya, cacar monyet ini berlangsung selama 14 hingga 21 hari.  

Gejala yang timbul berupa demam, sakit kepala hebat, nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas.  Ruam pada kulit muncul pada wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Biasanya diperlukan waktu hingga tiga minggu sampai ruam tersebut menghilang.

Beberapa luka berlubang itu bisa menjadi nekrosis (sel mati) dan menghancurkan kelenjar sebasea, dan meninggalkan bekas luka yang sulit dihilangkan. Meski begitu, cacar monyet memang tidak mematikan seperti cacar air.

Untuk penanganannya, Pusat Pengendalian dan Penanganan Penyakit milik Amerika Serikat, merekomendasikan pemberian vaksin dalam jangka dua minggu saat paparan cacar monyet masih berlangsung. Obat oral antivirus dan vaksin immuno globulin turut disarankan untuk makin meningkatkan sistem daya tahan tubuh. ***

PenulisR24/saut


Loading...

loading...

Terpopuler