riau24

Ini Cara Terbaik Cegah Penyebaran dan Penularan Cacar Monyet

Rabu, 15 Mei 2019 | 13:57 WIB
Ilustrasi/int Ilustrasi/int

RIAU24.COM -  Kasus penyakit monkeypox atau cacar monyet yang ditemukan di Singapura dikhawatirkan dapat menyebar hingga ke Indonesia, seperti Batam, Kepulauan Riau.

Penyakiy cacar monyet bisa dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir.

Pada intinya, cacar monyet yang disebabkan infeksi virus Orthopoxvirus ini menular karena kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit atau mukosa dari hewan yang tertular virus seperti monyet, tikus gambia, dan tupai. Selain itu, penularan juga dapat melalui konsumsi daging hewan yang terkontaminasi.



BACA JUGA : Minuman Pelepas Dahaga Saat Puasa, Coba Buat Es Mentimun Lemon

Kementerian Kesehatan (Kememkes) Indonesia menyatakan penularan cacar monyet dapat dicegah dengan hidup bersih sebagai berikut berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan kementerian kesehatan.

1. Cuci tangan dengan sabun
2. Menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata
3. Membatasi paparan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik
4. Menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi
5. Menghindari kontak dengan hewan liar atau mengonsumsi daging yang diburu dari hewan liar


Daerah asal timbulnya wabah penyakit ini terjangkit dari wilayah Afrika Tengah dan Barat. Dan disarankan bagi warga Indonesia yang telah melakukan perjalanan ke wilayah itu juga segera memeriksakan kondisi kesehatan.



BACA JUGA : Agar Tak Boros, ini Tips Mengatur Keuangan Jelang Lebaran

Bila dalam waktu kurang dari tiga pekan setelah kembali dari wilayah tersebut dan mengalami gejala berupa demam tinggi, pembesaran kelenjar getah bening, dan ruam di kulit, segera informasikan ke petugas kesehatan dan memberi tahu riwayat perjalanan.

Dan Kemenkes juga menghimbau kepada petugas kesehatan juga diminta untuk selalu menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan dan masker saat menangani pasien atau hewan yang sakit.***


R24/nof

    

 

PenulisR24/phi


Loading...

loading...

Terpopuler