riau24

527 Petugas Pemilu Meninggal, Ini Penyebab Kematian Terbanyak di Jabar dan Jatim

Jumat, 17 Mei 2019 | 08:35 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM - Hingga saat ini, setidaknya sudah ada 527 petugas Pemilu 2019 yang meninggal dunia. Jumlah tersebut tersebar di 28 provinsi seluruh Indonesia.

Dikutip dari liputan6.com, Kamis, 16 Mei 2019, dari laporan dinas kesehatan di setiap provinsi, jumlah petugas Pemilu yang meninggal paling banyak berada di Jawa Barat yakni 177 jiwa. Kemudian disusul dari Jawa Timur 82 jiwa dan Jawa Tengah 44 jiwa.

Di Jawa Barat, penyebab kematian terbanyak dikarenakan gagal jantung sebanyak 24 jiwa. Sedangkan di Jawa Timur kondisi yang sama menyebabkan 11 orang meninggal dunia.


BACA JUGA : Bandingkan Dengan Hinaan Glenn Fredly, Jubir BPN Tanggapi Soal Kasus Mustofa Nahrawardaya

Untuk di Jawa Tengah, penyebab kematian terbanyak petugas Pemilu adalah infarct myocard. Penyakit lain adalah koma hepatikum, stroke, respiratory failure,  hipertensi emergency, meningitis, sepsis, asma, diabetes melitus, gagal ginjal, TBC, kegagalan multi organ, dan kecelakaan.

Adapun daerah dengan jumlah petugas Pemilu 2019 yang meninggal adalah Sumatera Barat 1 jiwa, Bengkulu 7 jiwa, Kepulauan Riau 4 jiwa, Lampung 23 jiwa, Sumatera Selatan 25 jiwa, Jambi 6 jiwa, Riau 7 jiwa, Banten 29 jiwa, DKI Jakarta 18 jiwa, Jawa Barat 177 jiwa, Jawa Tengah 44 jiwa, Jawa Timur 82 jiwa dan Yogyakarta 10 jiwa

Selanjutnya, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur masing-masing 6 jiwa, Kalimantan Selatan 8 jiwa, Kalimantan Barat 26 jiwa, Gorontalo tidak ada, Bali 2 jiwa, NTB 7 jiwa, Sulawesi Utara 2 jiwa, Sulawesi Tenggara 6 jiwa, Maluku Utara tidak ada, Maluku 2 jiwa, Sumatera Utara 9 jiwa, Sulawesi Selatan 4 jiwa, Bangka Belitung dan Sulawesi Barat masing-masing 1 jiwa.


BACA JUGA : Digugat Semua Peserta Pemilu ke MK, Dewan Pakar Hukum: Indikasi Pemilu 2019 Curang Menguat

Sementara untuk petugas Pemilu sakit yang mencapai 11.239 itu disebabkan 9 jenis penyakit, yakni hipertensi emergency, diabetes, asma, dispepsia, gastritis, infeksi saluran kemih, typoid, syncope, dan stroke. Secara kumulatif, usia petugas yang sakit paling banyak berkisar antara 30-39 tahun.

Baik petugas yang meninggal maupun yang sakit, keduanya disebabkan oleh penyakit tidak menular.

PenulisR24/ibl


Loading...

loading...