riau24

Memanas, AS Ancam Akan Serang Dengan Kekuatan Besar Jika Iran Menyerang

Rabu, 22 Mei 2019 | 12:02 WIB
Foto (internet) Foto (internet)

RIAU24.COM -  Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam akan menyerang dengan kekuatan besar jika Iran berani menyerang Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.  



BACA JUGA : Khawatir Konflik Amerika dan Iran Makin Tegang, Israel Latihan Militer Besar-besaran

"Saya pikir Iran akan membuat kesalahan yang sangat besar jika mereka melakukan sesuatu," kata Trump kepada wartawan ketika ia meninggalkan Gedung Putih pada Senin malam untuk sebuah acara di Pennsylvania. 

"Jika mereka melakukan sesuatu, itu akan disambut dengan kekuatan besar tetapi kami tidak memiliki indikasi bahwa mereka akan melakukannya," seperti dikutip dari Se-Indonesia mengutip Reuters, Rabu 22 Mei 2019.

Sebelumnya, Trump juga melontarkan ancaman serupa melalui akun Twitternya. Menurutnya, jika Iran nekat melakukan konfrontasi militer negara itu akan berakhir. 

"Jika Iran ingin berperang, itu akan menjadi akhir resmi Iran," Presiden Donald Trump memperingatkan. Namun ia juga mengecilkan ancaman Iran terhadap kepentingan AS.

Pemerintahan Trump baru-baru ini meningkatkan tekanan terhadap Teheran dengan sanksi dan penumpukan militer di dekat perairan teritorial Iran. AS dan sekutunya mulai meningkatkan patroli keamanan maritim di perairan internasional Teluk Persia minggu ini setelah Washington meningkatkan kekuatan Armada Kelima.

Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln sudah dikerahkan ke Teluk Persia dan pesawat-pesawat pengebom B-52 sudah berpatroli di kawasan itu dalam satu langkah untuk mengirim pesan ancaman kepada Teheran.



BACA JUGA : Jika Diserang Lagi, Senator AS Lindsey Graham Ancam Akan Tengelamkan Armada AL Iran

Ketegangan di kawasan itu memanas setelah AS mulai menumpuk kekuatan militernya di Timur Tengah dengan dalih Iran sudah merencanakan akan menyerang pasukan Washington dan kepentingannnya di Timur Tengah. Tuduhan itu bersumber dari intelijen AS. Namun, Iran menepisnya dan mengecam tuduhan itu sebagai informasi intelijen palsu seperti yang pernah dilakukan terhadap Irak menjelang invasi tahun 2003.

 

 

PenulisR24/riko


Loading...

loading...