riau24

Panas, Bentrok antarwarga Sebabkan Puluhan Rumah Hangus Akibat Dimolotov

Rabu, 05 Juni 2019 | 23:18 WIB
Asap membumbung ke angkasa dari rumah warga yang hangus terbakar akibat dimolotov. Foto: int Asap membumbung ke angkasa dari rumah warga yang hangus terbakar akibat dimolotov. Foto: int

RIAU24.COM -  Sebanyak 30 rumah warga, dikabarkan terbakar sebagai buntut terjadinya bentrok antarwarga. Rumah-rumah tersebut hangus terbakar akibat dilempari bom molotov. Bentrok terjadi antara Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo, Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhardt. Melalui keterangan tertulis, Rabu 5 Juni 2019, ia menerangkan bentrokan berawal saat warga Desa Sampuabalo melakukan konvoi saat malam takbiran.



BACA JUGA : Bantu Abang Ipar Panen Sawit, Gadis Dibawah Umur Ini Justru Diperkosa

"Keterangan La Aca (35) warga Desa Gunung Jaya mengatakan jika malam hari lebaran ada sekitar 40 pemuda dari Desa Sampuabalo melakukan konvoi dengan menggunakan knalpot racing dan memainkan gas motornya sehingga membuat masyarakat Desa Gunung Jaya merasa terganggu dan tidak menerimahnya," terangnya, dilansir detik.

Perisitwa itu berawal sekitar pukul 20.45 WITa, Selasa (4/6/2019) malam. Ketika itu, massa konvoi melewati Desa Gunung Jaya. Sat itu, diduga terjadi provokasi oleh kelompok yang konvoi.

"Kemudian terjadi pelemparan ke arah rumah rumah warga Gunung Jaya kemudian masyarakat Desa Gunung Jaya tidak menerimanya dan terjadi keributan antara pemuda Desa Sampuabalo dan pemuda Desa Gunung Jaya," jelasnya.



BACA JUGA : Dinilai Abaikan Rekomendasi Bawaslu, Begini Jadinya Nasib 5 Komisioner KPU Kota Palembang

Tak sampai di situ, sekitar pukul 21.00 WITa, massa dari Desa Sampuabalo datang ke Desa Gunung Jaya. Massa diduga melempar molotov ke arah rumah warga hingga terjadi aksi balasan.

Dalam kejadian itu, seorang warga terluka akibat sabetan senjata tajam. Selain rumah, satu mobil pikap dan satu motor juga ikut dilalap si jago merah. ***

PenulisR24/wan


Loading...

loading...