riau24

Refly Harun Sebut Mengabdi Pada Kekuasaan Tidak Abadi, Netizen Bilang Ini

Jumat, 07 Juni 2019 | 20:05 WIB
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun (foto/int) Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun (foto/int)

RIAU24.COM - Jumat 7 Juni 2019, Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun lewat akun media sosial (medsos) menuliskan tentang pengabdian. Pada cuitan di akun twitternya, Refly Harun ingatkan bahwa pengabdian pada kekuasaan tidak pernah abadi.



BACA JUGA : #RakyatKawalKeputusanMK Trending Topik, Warganet Pendukung Prabowo-Sandi Optimis Menang

"Kalo kita mengabdi kepada kekuasaan, paling 5-10 tahun. Kalau mengabdi kepada negara, insya Allah akan jauh lebih lama. Kita tidak tahu berapa lama. Kalau mengabdi kepada kemanusiaan, insya Allah sampai akhir jaman.Tapi kalau mengabdi kepada yang empunya hidup, Dia kekal slamanya," cuit @reflyHZ di akun twitternya.

Langsung saja kicauan tersebut ramai dikomentari netizen atau warganet. @danikediri1908: "Hidup adalah pengabdian. Mengabdi kpd sang Pemilik Hidup yaitu Allah Azza Wa Jalla dg cara menjalankan apa yg diperintahkan-Nya dan menjauhi apa yg dilarang oleh-Nya."



BACA JUGA : Jelang Sidang Sengekta Pilpres Besok, MK Belum Terima Jawaban KPU-Bawaslu

@IndartoWae: "Hanya kpdMU aku mengabdi & hanya kpdMU aku mohon pertolongan."

@BadjaNuswantara: "Jika BENAR dlm mengabdi kpd yg punya hidup, otomatis baik & sukses dalam mengabdi pd kekuasaan, negara & kemanusiaan. Jika hanya merasa seolah2 telah mengabdi pd yg punya hidup atau tersesat dijalan yg lurus maka akan gagal dalam mengabdi pd kekuasaan, negara & kemanusiaan. ITU!"

@djoem_70: "Maka jujurlah Prof, demi mengabdi kepada yg punya hidup. Anda di pihak mana, agar rakyat tercerahkan."

@Dhimas_Mashudi: "Klo mengabdi pada selain yg empunya hidup, itu berarti mempersekutukan NYA. Itu adalah syirik yg nyata."

@iKhalis: "Tweet ini harus jadi motto di lembaga tinggi negara yg diisi politisi. Thanks brother."

PenulisR24/riki


Loading...

loading...