riau24

Festival Perahu Baghanduang Diharapkan Bisa Tarik Kunjungan Wisatawan ke Kuansing

Sabtu, 08 Juni 2019 | 09:33 WIB
Perahu Baganduang Lubuk Jambi/zar Perahu Baganduang Lubuk Jambi/zar

RIAU24.COM -  TELUK KUANTAN - Festival Perahu Baghanduang yang dilaksanakan setiap tahunnya, pada 4 Syawal di Tepian Sungai Batang Kuantan, Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau diharapkan dapat menarik minat wisatawan ke Kuansing.

Sebab, saat ini Festival Perahu Baghanduang, baru sekedar Upacara Seremonial. Hal tersebut diungkapkan Pengamat dan Tokoh Budayawan Riau Indonesia asal Kabupaten Kuantan Singingi, Epi Martison ketika dimintai tanggapannya oleh Riau24.Com, Jumat (7/6).

Menurutnya, seharusnya penyelenggaraan tradisi Perahu Baghanduang Lubuk Jambi Kuantan Mudik Kuansing, bukan hanya sekedar tradisi, akan tetapi bagaimana bisa menarik kunjungan para wisatawan sebanyak banyaknya.



BACA JUGA : Bupati Mursini Layur Jalur Sekaligus Kukuhkan Nama Jalur Desa Siberobah

" Tradisi Budaya Perahu Baghanduang di Lubuk Jambi Kuantan Mudik ini, sudah berusia lebih dari seabad, harusnya sudah dapat dikembangkan menjadi asset wisata," ujarnya.

"Jadi kami menilai, Ya sepertinya hanya berjalan skedar upacara seremonian saja. Dan belum di kembang sebagai aset wisata yang berfungsi ganda," ujarnya lagi.

Ketika ditanyakan lebih jauh, kalau hanya sekedar seremonial, berarti menghilangkan tradisi budaya itu sendiri. Menurutnya, Ya yang terjadi bertahun tahun yang saya lihat ya begitu begitu saja.

"Memang tradisinya tidak hilang, tapi yang saya lihat ada sedikit pergeseran saja," tambahnya.



BACA JUGA : Bupati Minta Pelaksanaan Pacu Jalur Lebih Ditingkatkan, Panitia Bertekad Patenkan di Unesco

Namun, katanya, Kalau untuk mengembangkn tradisi Budaya Perahu Baghanduang tersebut, perlu keberanian dari pemda dan  dukungan masyarakat, untuk menjadikannya sebagai suatu yang berfungsi ganda.

Perahu Baghanduang merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik, yang telah berusia ratusan tahun (diperkirakan abad ke-17 Masehi). Dalam tradisi ini syarat dengan nilai nilai adat dan budaya.***


R24/zar

 

 

PenulisR24/zar


Loading...

loading...