riau24

Bupati Mursini: Masyarakat Harus Mampu Melestarikan Tradisi Budaya Perahu Baghanduang

Sabtu, 08 Juni 2019 | 22:03 WIB
Bupati dan sekda dan beserta istri naik Perahu Baghanduang/zar Bupati dan sekda dan beserta istri naik Perahu Baghanduang/zar

RIAU24.COM -  TELUK KUANTAN - Tradisi Budaya Perahu Baghanduang hingga saat ini masih menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun di Tepian Muko Lobuah Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kecamatan Kuantan Mudik, yang telah melestarikan terus menerus Tradisi Budaya Perahu Baghanduang ini," ungkap Bupati Kuantan Singingi, Drs. H. Mursini, M.Si saat membuka Tradisi Budaya Perahu Baghanduang di Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik.

Kemudian soal lahan arena Perahu Baghanduang, sudah diserahkan dari pemiliknya kepada IKKM Pekanbaru. Diharapkan juga dapat diserahkan kepada Pemkab Kuansing, yang nantinya akan menjadi aset Pemerintah Daerah.



BACA JUGA : Bupati Minta Pelaksanaan Pacu Jalur Lebih Ditingkatkan, Panitia Bertekad Patenkan di Unesco

"Kalau sudah menjadi aset Pemkab Kuansing, sudah barang tentu akan lebih mudah dalam pengelolaan dan pengembangannya di masa akan datang," paparnya.

Menurutnya, bangunan ini merupakan milik masyarakat dan mari dijaga, baik bangunan maupun pagar, lampu dan tanaman yang ada di sekitar lokasi ini.

"Selanjutnya mengenai rehab bangunan arena Perahu Baghanduang ini, dapat dilakukan melalui APBD Kuansing, jika belum termasuk pada Tahun Anggaran 2019, maka dapat dilakukan melalui APBD Perubahan 2019 nantinya," ujarnya.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana Perahu Baghanduang, Raja Muhammad Deprian, S. Ip mengatakan peserta Festival Perahu Baghanduang inj diikuti sebanyak 18 buah, yang berasal dari Desa Rantau Sialang 1,  Seberang Pantai 1, Koto Lubuk Jambi 2, Sangau 2, Kinali 2, Aur Duri 1, Banjar Padang 3, Pulau Binjai 2, dan perwakilan suku 4.

"Kita harapkan agar kegiatan yang kita lakukan setiap tahunnya, anggarannya lebih meningkat, agar pesertanya juga semakin meningkat," sebutnya.

Sedangkan Datuk Ketemenggungan, Hendri Raham, SE menyebutkan perahu Baghanduang telah dimulai tahun 1811 Masehi, yang memiliki makna 3 dasar yaitu Tali Tigo Sapilin atau Tungku Tigo Sajorangan (Pemerintah, Tokoh Adat dan Tokoh agama).



BACA JUGA : Menjelang Pilkada Kuansing 2020, Ini Harapan PDPM Terhadap ASN

Sedangkan Arti dan Lambang yang menghiasi Perahu Baghanduang yaitu lantai yang mengapit Perahu melambangkan Sosonan Pencak Silat, Barondo melambangkan Balai Adat, Tanduk Kerbau melambangkan Lambang keadilan, Labu labu air melambangkan Kesatuan dan Persatuan, Cermin melambangkan Orang Malin nan Barompek (Suluh bendang dalam nagori), empat buah Payung melambangkan 4 buah suku di Lubuk Jambi.

"Selanjutnya, Padi Baringik melambangkan Kemakmuran, Dua buah Marowagh melambangkan Menjunjung tinggi adat istiadat dan syarak, Bulan Bintang di ujung Gulang gulang melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa, dan kain panjang warna warni melambangkan Masyarakat yang berbilang suku," tukasnya.

Turut hadir Bupati H Mursini beserta ibu Emi Safitri, Waka I DPRD Sardiyono, Sekda Dianto Mampanini beserta ibu Indra Luswari, Asisten, Bappeda Litbang, Kepala OPD, Kabag, Kabid, Camat, Kapolsek, Koramil.***

R24/zar

PenulisR24/zar


Loading...

loading...

Terpopuler