riau24

Prabowo Dibully Karena Bocorkan Pilihan Politik Ani Yudhoyono, Begini Cerita Awalnya

Minggu, 09 Juni 2019 | 22:53 WIB
Prabowo-SBY Prabowo-SBY

RIAU24.COM -  Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sempat dibully pendukung Demokrat. Hal itu menyusul pernyataan Prabowo yang membocorkan informasi pilihan politik almarhumah Ani Yudhoyono di Pilpres 2014 dan Pilpres 2019.

Terkait hal itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Gerindra, Andre Rosiade mengatakan, terkait pilihan politik Ani tersebut, diperoleh langsung Prabowo dari suaminya yang juga Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.



BACA JUGA : DPW PAN Yogyakarta Tolak Rencana Gabung Koalisi Jokowi

Tak hanya itu, saat Prabowo takziah ke Cikeas, SBY juga yang meminta Prabowo untuk menyampaikan testimoni kepada wartawan sebelum pulang.

"Pak @prabowo di bully ttg pilihan bu ani di pilpres 2014 dan 2019, padahal info ini di dapatkan langsung oleh pak @prabowo langsung dari pak @SBYudhoyono . Dan pak @SBYudhoyono sendiri yg minta agar pak @prabowo testimoni ttg kebaikan bu ani di depan wartawan waktu mau pulang," ujar Andre dikutip dari akun Twitternya, Minggu, 9 Juni 2019.

Dilansir viva, Andre menegaskan, apa yang disampaikan Prabowo sama yang diucapkan SBY kepada capres nomor urut 02 itu.



BACA JUGA : Dinilai Bakal Menjebak Saksi Kubu Prabowo, Hakim MK Tegur Kuasa Hukum Jokowi

"Yang disampaikan oleh pak @prabowo di depan wartawan, persis yg diucapkan pak @SBYudhoyono ke pak @prabowo.  Enggak ada lebihkan dan nggak ada yg di kurangi. Silahkan Publik menilai sendiri," ujarnya.

Seperti diketahui, testimoni Prabowo soal pilihan politik mendiang Ani YUdhoyono, sempat jadi isu perbincangan. SBY sendiri mengaku sempat tak nyaman dengan testimoni Prabowo tersebut.

Ia menilai, testimoni Prabowo tersebut tak elok karena keluarganya masih berduka. Menurut dia, mendiang istrinya jangan dikaitkan dengan politik.

 "Itu statement Pak Prabowo, itu politik, tentang Bu Ani, please tidak perlu disampaikan. Hari-hari ini penuh ujian bagi saya, Ibu Ani. Jangan dikaitkan dengan politik, itu tidak tepat dan tidak elok," ujar SBY ketika itu. ***

PenulisR24/wan


Loading...

loading...