riau24

Belum Berhenti Mengamuk, Gunung Sinabung Kembali Meletus

Minggu, 09 Juni 2019 | 23:03 WIB
Gunung Sinabung saat mengalami erupsi beberapa waktu lalu. Foto: int Gunung Sinabung saat mengalami erupsi beberapa waktu lalu. Foto: int

RIAU24.COM -  Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, ternyata belum juga tuntas. Kali ini, gunung itu kembali mengalami erupsi dan mengeluarkan letusan yang mencapai ketinggian 7 kilometer. Gunung itu kembali meletus pada Minggu 9 Juni 2019 sekitar pukul 16.28 WIB.

Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Dalam keterangannya tertulisnya, Sutopo menuturkan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan gunung itu kembali mengalami erupsi.



BACA JUGA : #RakyatKawalKeputusanMK Trending Topik, Warganet Pendukung Prabowo-Sandi Optimis Menang

"Untuk kesekian kalinya Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Sumatera Utara meletus. Letusan dengan tinggi kolom cukup tinggi. Letusan disertai suara gemuruh dan awan panas ke arah Tenggara 3,5 km dan Selatan 3 km serta terdengar suara gemuruh sampai ke pos pengamatan Gunung Sinabung," terangnya, dilansir viva.

Ketika itu, kolom abu warna hitam dengan intensitas tebal, condong ke arah Selatan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan durasi kurang lebih selama 9 menit 17 detik. Dari laporan Pusdalops BPBD Karo, dinyatakan tidak ada koran jiwa.

Masyarakat sudah terbiasa melihat letusan Gunung Sinabung sehingga sudah paham perilaku erusi dan tidak panik lagi melihat gunung itu kembali memuntahkan isi perutnya.



BACA JUGA : Jelang Sidang Sengekta Pilpres Besok, MK Belum Terima Jawaban KPU-Bawaslu

Dengan demikian, status Gunung Sinabung tetap Siaga (level III) dengan sejumlah rekomendasi. Pertama, masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Sinabung. Sedangkan untuk radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dinyatakan tertutup untuk aktivitas msayarakat.

Selain itu, jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Masyarakat juga diminta mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

"Ketiga, masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar waspada terhadap banjir lahan hujan," tutup Sutopo. ***

PenulisR24/wan


Loading...

loading...