riau24

Riau Inflasi 0,68 Persen, Transportasi dan Bahan Makanan jadi Penyebabnya

Senin, 10 Juni 2019 | 16:25 WIB
Kepala BPS Riau, Aden Gultom saat menerangkan rilis data BPS Mei 2019 Kepala BPS Riau, Aden Gultom saat menerangkan rilis data BPS Mei 2019

RIAU24.COM - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom mengatakan jika inflasi di Riau pada bulan Mei 2019 mencapai 0,68 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 137,95.

Kemudian, berdasarkan tahun kalender, inflasi di Riau sebesar 0,92 persen dan Inflasi berdasarkan Year on Year (Mei 2019 terhadap Mei 2018) sebesar 2,31 persen.

"Penyebab inflasi di Riau hampir sama dengan gejala bulan lalu, yakni cabai merah, kentang, angkutan udara, pepaya, angkutan darat dan bawang putih," kata Aden, Senin, 10 Juni 2019.

Dia merincikan, posisi pertama penyebab inflasi di Riau adalah kelompok bahan makanan yang mengalami inflasi sebesar 2,13 persen. Kemudian kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,64 
persen.


BACA JUGA : UIR Siapkan 18 Program Studi di Akreditasi Internasional

"Penyebab inflasi itu juga diikuti kelompok sandang sebesar 0,45 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,16 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen," papar Aden 

Sedangkan dua kelompok lainnya mengalami deflasi, yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar -0,06 persen dan kelompok kesehatan sebesar -0,02 persen.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau adalah cabai merah, kentang, bawang putih, angkutan udara, angkutan antar kota, pepaya, jeruk, petai, ikan mujair dan lain-lain.

"Sementara itu komoditas yang memberi andil deflasi antara lain daging sapi, bawang merah, ikan tongkol, beras, tomat sayur, tomat buah, televisi berwarna dan lain-lain," lanjut Aden.


BACA JUGA : Diguyur Hujan Siang Tadi, Sore Ini Riau Nihil Hotspot

Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi, yakni Pekanbaru sebesar 0,56 persen, Dumai sebesar 1,05 persen dan Tembilahan sebesar 1,29 persen.

PenulisR24/ibl


Loading...

loading...