riau24

Lebanon Boikot Konferensi Ekonomi Soal Palestina Bikinan AS

Rabu, 12 Juni 2019 | 13:58 WIB
Gebran Bassil Gebran Bassil

RIAU24.COM -  Menteri luar negeri Lebanon, Gebran Bassil mengatakan negaranya menolak dan memboikot konferensi ekonomi yang digagas dan dipimpin Amerika Serikat (AS) yang akan berlangsung d Bahrain pada akhir bulan ini.



BACA JUGA : Dihambat AS Soal Pembelian Jet Siluman F-35, Turki Luncurkan Jet TF-X Generasi Ke-5

Adapun alasanya kata Bassil karena Palestina menolak pertemuan itu. Selain itu, Lebanon juga belum mengetahui rencana perdamaian Israel-Palestina yang akan diajukan oleh AS.

“Kami tidak akan berpartisipasi dalam konferensi Bahrain, karena Palestina tidak berpartisipasi dan kami lebih suka memiliki gagasan yang jelas tentang rencana perdamaian yang diusulkan. Kami tidak diajak berkonsultasi mengenai rencana itu," kata Bassil, seperti dilansir Sindonews mengutip PressTV pada Rabu 12 Juni 2019.

Palestina sendiri sebelumnya menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memboikot konferensi itu. Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) memandang pertemuan itu sebagai panggung bagi AS untuk menjual hak-hak warga Palestina.

"PLO menegaskan penolakan atas konferensi itu dan belum memberi wewenang kepada pihak mana pun untuk bernegosiasi atas nama rakyat Palestina," kata Komite Eksekutif PLO dalam sebuah pernyataan.

"Tujuan yang dikejar oleh AS untuk konfenrensi ini adalah untuk mulai mengimplementasikan kesepakatan abad ini dan menghubungkannya dengan ekonomi setelah mengambil langkah-langkah dalam mengimplementasikan bagian-bagian politik dari kesepakatan tersebut," sambungnya.



BACA JUGA : Gus Ulil Sebut Mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi Meninggal Tragis

PLO mengatakan, apa yang disebut kesepakatan abad ini hanya akan memperkuat pendudukan Israel dan menghapus hak-hak nasional dan hukum rakyat Palestina. 

PenulisR24/riko


Loading...

loading...

Terpopuler