riau24

Harga Cabai Merah Melejit, Petani Muda Riau Angkat Bicara

Sabtu, 06 Juli 2019 | 19:01 WIB
Cabai merah harganya melejit di Provinsi Riau (foto/int) Cabai merah harganya melejit di Provinsi Riau (foto/int)

RIAU24.COM -  Sabtu 6 Juli 2019, Meroketnya harga cabai di Provinsi Riau dikeluhkan emak-emak. Harga cabai merah Bukittinggi sudah menyentuh Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kg.

Hal ini turut disoroti Ketua Umum Petani Muda Riau (Pemuri), Ade Putra Daulay. "Ini sudah menjadi masalah dari tahun ke tahun yang tak kunjung selesai. Sebenarnya masalah ini bisa diselesaikan jika pemerintah daerah bisa merealisasikan UUD Pangan No 18 tahun 2012 Menjadi Peraturan daerah di Provinsi Riau dan 12 Kabupaten Kota," katanya.



BACA JUGA : TMMD Ke 105 Kodim 0313/KPR Kerja Keras dan Humoris Babinsa Wujudkan Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat



Hanya saja sangat di sayangkan UUD pangan dari tahun 2012 sampai hari ini tahun 2019 tak kunjung juga ber metamorfosis menjadi Peraturan Daerah (Perda). Menurut Ade putra Daulay selaku Ketua Umum Pemuri untuk mengatasi melonjaknya harga cabe dan komoditi pangan strategis lainnya perlu adanya Perusahaan daerah ataupun BUMD yang khusus bergerak di bidang pangan.



BACA JUGA : Soal Mutasi Pejabat di Pemrov Riau, Husaimi Berharap Diisi Pejabat Yang Berkompeten



"Sehingga ada intervensi Pemerintah melalui BUMD terhadap pasar terutama harga. Seperti yang dilakukan DKI Jakarta yang mempunyai 3 Perusahaan daerah yang bergerak di bidang pangan," sebut Ade Putra Daulay yang juga sebagai Sekretaris Alumni Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau.

Lalu pemerintah daerah juga harus meningkatkan produksi cabai lokal dan komoditi pangan lainnya melalui Dinas Pertanian. Serta mengoptimalkan program cabai yang sudah ada jangan hanya mengandalkan suplay dari provinsi tetangga.

"Karena jika terjadi kemarau panjang ataupun gagal panen di provinsi tetangga dan lainnya yang mengakibatkan naiknya harga cabai dan komoditi strategis lainnya tidak begitu berdampak signifikan terhadap harga. Karena kita punya produksi lokal minimal mampu mengurangi ketergantungan terhadap provinsi tetangga," tutup Ade Putra Daulay.

PenulisR24/riki


Loading...

loading...

Terpopuler