riau24

Kicau Tentang ini, Akun Twitter Menteri Lukman Ramai Disindir Habis-habisan Para Netizen

Minggu, 07 Juli 2019 | 17:10 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

RIAU24.COM - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuat sebuah kicauan untuk mawas diri. Namun, tak diketahui pasti apa maksud kicuannya tersebut.

"Jika celana yg kurang panjang
Bukan kaki yg harus dipendekkan
Bila topi yg kurang besar
Bukan kepala yg harus dikecilkan
#mawasdiri," kicaunya, Minggu, 7 Juli 2019.

Netizen ramai mengomentari kicauan Menteri Lukman tersebut. Bahkan banyak yang mengaitkan dengan kasus yang menjeratnya dengan Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

Untuk diketahui, KPK menyangka mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy menerima suap dengan total Rp 300 juta dari Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.



BACA JUGA : Ustaz ini Lebih Memilih Jadi Oposisi, Warganet Berkomentar

Suap tersebut diduga diberikan untuk mempengaruhi penunjukan keduanya sebagai pejabat Kementerian Agama. Dan Lukman Hakim sendiri mengakui ada uang Rp10 juta yang dia terima saat dinas ke wilayah Jawa Timur. Uang tersebut diambil melalui ajudannya.

Kembali ke kicuan Lukman Hakim, berikut ini komenter para netizen.

"Jika duit kurang banyak jgn meminta lebih," @basukids1.

"jika ada yang berburu jabatan kakanwil kemenag dan rektor uin
bukan berarti harus diperdagangkan
bila kopi yang kurang manis
bukan bisyaroh yg harus dibanyakin," komentar @mulaigerak.



BACA JUGA : Baru Menikah, Istri Staf Komisioner KPU Jatuh ke Laut dari Kapal Feri, Jasadnya Belum DItemukan

"Yg sabar ya pak..
Jadikan kritikan dari umat untuk koreksi diri," ujar @edi_muchlis.

"Terima kasih Pak atas nasihatnya..
Hidup ini memang (hanya) dua saja isinya; syukur dan sabar.
Bersyukur saat menerima kebahagiaan dan kesenangan.
Bersabar saat menerima yg sebaliknya..," kata Lukman balas kicauan netizen.

"Bila duit kurang banyak
Bukan harta orang lain yg kita incar
Bila Iman sudah banyak
Bukan iman itu yg harus digadaikan untuk kepentingan politik," @abiyyu991223.

PenulisR24/ibl


Loading...

loading...