riau24

Kabar Duka dari Tanah Suci, Seorang Jamaah Calon Haji Wafat Saat Masih Berada di Pesawat

Senin, 08 Juli 2019 | 10:43 WIB
Dokter Sri Mulyani dari TKHI memberikan keterangan terkait wafatnya JCH asal Embarkasi Solo. Foto: int Dokter Sri Mulyani dari TKHI memberikan keterangan terkait wafatnya JCH asal Embarkasi Solo. Foto: int

RIAU24.COM -  Kedatangan para jamaah calon haji di Kota Madinah, Minggu 7 Juli 2019 malam Waktu Arab Saudi, diwarnai dengan kabar duka. Salah seorang jamaah calon haji (JCH) wafat  saat masih berada di pesawat. JCH yang bersangkutan diketahui mengalami serangan jantung. Selain itu, JCH tersebut juga mengidap gula darah yang tinggi.

Seperti dituturkan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), Dokter Sri Mulyani, JCH tersebut adalah Sumiyatun Sawi Krama. Perempuan itu tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 2 asal Embarkasi Solo (SOC), almarhumah menghembuskan nafas terakhir saat masih berada di pesawat.



BACA JUGA : Tak Setujui SIkap Trump, Kongres Amerika Blokir Penjualan Senjata ke Arab Saudi

Dilansir republika, Senin 8 Juli 2019 dari Madinah, Sumiyatun Sawi Krama (56) itu mengembuskan napas terakhir karena serangan jantung. “Saat di atas pesawat ketika tim kami melakukan pemeriksaan, beliau juga mengalami gula darah atau kolesterol yang sangat tinggi dan tidak terkontrol,” terangnya lagi.

Ternyata, saat menunaikan ibadah haji kali ini, almarhumah berangkat seorang diri, tanpa ada pendamping dan juga tidak memiliki anggota keluarga. “Saat ini jenazah almarhumah berada di Bandara Madinah,” ujarnya.



BACA JUGA : Pemerintah RI Marah Tokoh Separatis Papua Ini Dapat Penghargaan di Oxford

Sementara itu, Ketua Kloter 2 Embarkasi Solo (SOC), Lasimin menceritakan, Sumiyatun masuk asrama haji dalam keadaan sehat. Namun setelah diperiksa dokter, almarhumah baru diketahui memiliki penyakit diabetes yang cukup tinggi.

Ditambahkannya, saat masuk pesawat, Sumiyatun tampak sangat sehat. Demikian pula ketika menikmati hidangan atau makan pertama di pesawat, almarhumah sangat menikmatinya. Namun untuk makan kedua, ungkapnya, almarhumah sudah tidak mau makan.

“Setelah itu, kira-kira 50 menit sebelum mendarat, almarhumah mengalami muntah-muntah. Dan dokter serta anggota TKHI berupaya semaksimal mungkin menangani, namun, kondisinya langsung drop, dan nyawa almarhumah tak bisa tertolong lagi,” kata Lasimin.

Pihaknya sudah menyampaikan perihal wafatnya almarhumah kepada keluarga di Sukoharjo. Dikatakan, pihak keluarga sudah ikhlas dan berharap hal ini menjadi jalan terbaik bagi almarhumah. Rencananya, almarhumah akan dimakamkan di kompleks pemakaman Baqi di Madinah. ***

PenulisR24/wan


Loading...

loading...

Terpopuler