riau24

Dikukuhkan Syamsuar, FPK Siapkan 10 Program Kerja Tiga Tahun Mendatang

Jumat, 12 Juli 2019 | 07:17 WIB
Gubernur Riau, Syamsuar saat mengukuhkan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Periode 2019-2022 dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tahun 2019 Provinsi Riau Gubernur Riau, Syamsuar saat mengukuhkan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Periode 2019-2022 dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tahun 2019 Provinsi Riau

RIAU24.COM - Gubernur Riau, Syamsuar melakukan pengukuhan terhadap dua organisasi yakni Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Periode 2019-2022 dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tahun 2019 Provinsi Riau.

Ketua FPK Riau, Ir AZ Fachri Yasin mengatakan pengukuhan FPK Provinsi Riau ini berdasarkan kepada Permendagri Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah.

Maka dari itu, empat tugas dari FPK Provinsi Riau adalah pertama, menjaring aspirasi masyarakat di bidang pembauran kebangsaan. Kedua, menyelenggarakan forum dialog dengan pimpinan organisasi pembauran kebangsaan, pemuka adat, suku dan masyarakat.

"Ketiga, menyelenggarakan sosialisasi kebijakan yang berkaitan dengan pembauran kebangsaan. Dan keempat merumuskan rekomendasi kepada Gubernur sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebij akan pembauran kebangsaan," kata Fachri, Kamis, 11 Juli 2019.


BACA JUGA : TMMD Ke 105 Kodim 0313/KPR Kerja Keras dan Humoris Babinsa Wujudkan Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat

Di tahun 2019 ini, kata Fachri, ada beberapa kegiatan yang akan pihaknya lakukan, diantaranya adalah seminar dengan tema Penguatan Organisasi dan Merawat Pembauran Kebangsaan, Rapat FPK Provinsi Riau dengan Paguyuban, Kunjungan kerja ke FPK Kabupaten Kota dan FPK Jawa Barat Parade Bhineka Tunggal Ika dalam rangka Bela Negara. Sedangkan pada tahun 2020 ada belasan kegiatan yang telah dircncanakan.

"Pada tahun 2020 pihaknya meyakini Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo agar FPK Provinsi Riau, dipercayakan dapat melaksanakan pertemuan di Riau bersumber dari APBN dengan melibataktitkan FPK Provinsi di Sumatera," jelasnya.

Fachri menjelaskan, adapun tugas FPK Provinsi Riau yang telah dirumuskan 10 Program Kerja yakni pengembangan organisasi, peningkatan ideologi kebangsaan, pengembangan nilai sosial antar paguyuban, pendidikan nilai-nilai kebangsaan, peningkatan pemahaman adat istiadat melayu, pemantapan pemahanan hukum dan hak asasi manusia, penyebarluasan pembauran kebangsaan, pembinaan dan pengembang-an UKM dan usaha kreatif, peningkatan hubungan antar lembaga serta peningkatan sarana dan prasarana kegiatan pembauran.

"Kami berharap peranan dewan pembina dan dewan penasehat tercipta secara seiring melalui komunikasi yang baik dan lancar melalui berbagai pertemuan formal dan informal," harapnya.


BACA JUGA : Soal Mutasi Pejabat di Pemrov Riau, Husaimi Berharap Diisi Pejabat Yang Berkompeten

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar mengatakan bangsa Indonesia untuk kedepannya akan tetap dihadapkan dengan tantangan persatuan dan kesatuan bangsa. Maka dari itu, seluruh komponen bangsa di harapkan dapat ikut berkontribusi secara aktif mempertahankan keutuhan NKRI.

"Yakni dengan memperkuat integritas bangsa dan kewaspadaan terhadap hal-hal yang dapat menjadi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan bagi stabilitas nasional," kata dia.

"Dengan adanya kehadiran FPK dan FKDM, dirasakan sangat penting dan strategis. Kehadiran FPK dan FKDM ini dapat menjadi mitra kerja yang harmonis bagi Pemerintah Provinsi Riau," ujarnya.

Untuk itu, Syamsuar berharap FPK dan FKDM dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

PenulisR24/ibl


Loading...

loading...