riau24

Refly Harun Sebut Jokowi tak Bisa Angkat Ahok Jadi Menteri, Ini Sebabnya

Jumat, 12 Juli 2019 | 13:52 WIB
Ahok saat menjajal faslitas MRT di Jakarta, belum lama ini. Foto: int Ahok saat menjajal faslitas MRT di Jakarta, belum lama ini. Foto: int

RIAU24.COM -  Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menilai, Presiden Joko Widodo tidak bisa mengangkat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menjadi menteri yang akan duduk dalam kabinetnya nanti.

Dikatakan, hal itu disebabkan Ahok terganjal aturan Pasal 22 Ayat 2(f) UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Dalam pasal itu disyaratkan, seseorang bisa jadi menteri jika tidak pernah dipidana penjara dengan ancaman dengan pidana penjara 5 (lima) tahun.



BACA JUGA : Bawaslu Riau Bacakan Keterangan Tertulis di Sidang Kedua MK

“Kalau menurut hukum positif ya tidak bisa,” lontarnya, menjawab tempo, Kamis 11 Juli 2019 kemarin.

Sebelumnya, sorotan dan kritikan terhadap Ahok, datang dari Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Ia menyorot aktivitas Ahok, yang belakangan ini kerap tampil di hadapan publik. Ferdinand menduga, hal itu dilakukan Ahok karena yang bersangkutan ingin menjadi menteri.

Ferdinand melalui akun Twitternya @Ferdinand_Haean2 menuding Ahok kerap tampil sebagai manuver untuk mencari perhatian publik agar menjadi menteri di kabinet pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin.

"Apakah Anda @basuki_btp ingin jadi menteri sehingga belakangan ini coba banyak manuver cari perhatian publik? Anda itu mantan Gubernur, tunggu Anies (Baswedan, Gubernur DKI) selesai nanti pilkada lagi silakan ikut." cuitnya, Minggu (7/7/2019).



BACA JUGA : Utang Capai Ribuan Triliun, Pemerintah Sebut Masih Aman, PKS: Masak Sih?

Ketika dikonfirmasi ulang terkait cuitannya itu, Ferdinand mengatakan, Ahok terlalu banyak bermanuver belakangan ini. Ia kemudian mencontohkan  kegiatan Ahok menjajal moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT), pada Sabtu (/7/2019). Selepas naik MRT, Ahok juga berkunjung ke Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Ferdinand menilai kunjungan itu seakan Ahok masih merasa dirinya pejabat yang meninjau proyek pemerintah. Ferdinand mengatakan tak elok seorang mantan gubernur seolah mengkritik gubernur baru yang sedang bekerja. "Ini soal fatsun, etika politik. Sabar dan biarkan Gubernur bekerja," ujar mantan anggota Barisan Relawan Pendukung Jokowi (Bara-JP) di 2014 ini. ***

PenulisR24/wan


Loading...

loading...