riau24

Sempat Heboh Terkait Unicorn, Kepala BKPM Akhirnya Ralat Pernyataan Sendiri

Rabu, 31 Juli 2019 | 11:49 WIB
Kepala BKPM Thomas Lembong Kepala BKPM Thomas Lembong

RIAU24.COM -  

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong, akhirnya meralat pernyataan sendiri. Hal itu terkait dengan keberadaan empat unicorn di Indonesia, yang diklaim Singapura dalam laporan Google dan Temasek.

Ralat itu disampaikan dalam akun Twitter pribadinya. Menurut Thomas, Tokopedia, Bukalapak, dan Go-Jek, telah memberikan klarifikasi bahwa perusahaan rintisan berstatus unicorn itu tidak memakai induk perusahaan di Singapura.



BACA JUGA : Diundi Setiap Bulan, Smartfren Hadirkan Undian WOW Berhadiah Rumah Hingga Ratusan Hadiah

Dilansir republika, Rabu 31 Juli 2019, Thomas juga mengonfirmasi bahwa perusahaan-perusahaan tersebut sepenuhnya tercatat sebagai Penanaman Modal Asing (PMA) di mana investasinya mengalir ke Indonesia.

“Maaf & ralat: @tokopedia dan @bukalapak sudah klarifikasi ke saya, @gojek indonesia sudah klarifikasi ke publik: mereka tidak pakai induk perusahaan di Singapura, tapi sepenuhnya PT PMA di Indonesia... Saya bicara terlalu jauh, mengomentari bahan Google-Temasek ini,” cuitnya, Selasa malam kemarin.

Sebelumnya, dalam paparan realisasi investasi di Jakarta pada Selasa siang kemarin, Thomas menyebut empat unicorn kebanggaan Presiden Jokowi itu diklaim Singapura dalam laporan Google dan Temasek, terkait pertumbuhan ekonomi digital di negara kawasan Asia Tenggara.



BACA JUGA : Wajib Kaget, Puluhan Juta Data Penumpang Grup Lion Dikabarkan Bocor

Riset yang dimaksud adalah e-Conomy SEA 2018: Southeast Asia’s internet economy hits an inflection point yang dilakukan Google dan Temasek. Riset tersebut bertujuan memantau perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara.

Riset tersebut meliputi empat sektor kunci dalam ekonomi digital, yakni online travel, online media, ride hailing dan e-commerce. Riset dilakukan pada enam negara yang merupakan pasar terbesar di Asia Tenggara. Yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam. ***

PenulisR24/wan


Loading...

loading...