riau24

Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan, Alfedri Ajak Masyarakat Peduli Germas

Selasa, 13 Agustus 2019 | 19:25 WIB
Bupati Siak Alfedri dalam acara Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS) di Kampung Sialang Palas/lin Bupati Siak Alfedri dalam acara Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS) di Kampung Sialang Palas/lin

RIAU24.COM -   SIAK - Gaya hidup sehat merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus ditingkatkan sosialisasinya dilingkungan masyarakat pedesaan, salah satunya lewat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat seperti yang dilaksanakan Pemkab Siak lewat Dinas Kesehatan Kabupaten Siak.

Jamban Sehat (sanitasi) Total Berbasis Masyarakat (STBM) menjadi satu di antara hal pendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), karena kebiasaan buang air besar menjadi salah satu faktor penentu apakah lingkungan suatu masyarakat tergolong bersih atau tidak. Lingkungan bersihdapat mencegah mewabahnya penyakit menular diantaranya penyakit Diare, Thyroid.

"Perilaku berperan penting dalam menentukan derajat kesehatan. Penyakit tidak menular (PTM) dan penyakit menular sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan pola hidup bersih,"Kata Bupati Siak Alfedri dalam acara Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS) di Kampung Sialang Palas Kecamatan Lubuk Dalam, Selasa (13/08/2019).



BACA JUGA : Merasa Dilecehkan, Ariadi Tarigan Laporkan PN Siak ke Komisi Yudisial dan Presiden RI

Lanjutnya,  tantangan pembangunan sanitasi pedesaan yang dihadapi umumnya masih berkaitan dengan perilaku dan budaya masyarakat Indonesia, yaitu perilaku penduduk yang terbiasa buang air besar (BAB) di sembarangan tempat, khususnya ke dalam badan air yang juga digunakan untuk mencuci, mandi, dan kebutuhan hygienis lainnya.

Melalui deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS) Dirinya berharap dari 15 kampung yang sudah mendeklarasikan diri (SBAB). Untuk dapat memotivasi kampung yang lain, dalam melakukan perilaku hidup sehat dengan stop buang air besar sembarangan.

"Saya mengapresiasi 2 kecamatan yaitu kecamatan Dayun dan Lubuk Dalam yang telah mendeklarasikan BABS, saya mengharapkan kecamatan lain segera menyusul agar seluruh kecamatan di Siak sudah Open Defecation Free (ODF) sehingga kabupaten Siak, dikatakan Kabupaten yang sehat dapat terwujud,"ungkapnya.

Masih kata Alfedri, Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, pemerintah Kabupaten Siak, tahun 2018 telah membangun jamban sehat sebanyak 30 unit, untuk tagging 2019 meningkat 100 unit.

"Kita juga di Bantu oleh Baznas Siak, melalui program jamban sehat bagi keluarga tidak mampu. Saya juga berharap kepada pelaku dunia usaha melalui CSRnya juga dapat membantu membuat jamban sehat bagi keluarga tidak mampu,"terangnya.



BACA JUGA : Menolak Diajak Bersetubuh, Naas Gadis 14 Tahun Ini Tewas di Tangan Kekasihnya

Kabupaten Siak memiliki 14 kecamatan, 9 kelurahan 121 kampung. Yang sudah mendeklarasikan SBABS taking 2016 lulu, yaitu kecamatan Dayun dengan11 Kampung. Selanjutnya pada tahun kecamatan Lubuk Dalam diri dari 15 kampung yang di Dalamnya juga tergapat 1 kampung dari Sabag Auh, 1 kampung dari Bungaraya, 1 dari Mempura, Koto gasib, Tualang dan Kerinci Kanan.

Kegiatan ini di hadiri Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Siak, Ketua Forum Kabupaten sehat, Kepala Puskesmas se Kabupaten Siak, Camat se Kabupaten Siak, para penghulu, Anggota DPRD Siak Tarmigan serta Direktur Kesehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan RI.***


R24/phi/lin

 

PenulisR24/lin


Loading...

loading...