riau24

Cemburu Karena Istri Sering Keluar Rumah, Suami Tega Hajar Pakai Balok Kayu Hingga Tewas

Rabu, 14 Agustus 2019 | 10:14 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM -  MAKASSAR –  AR alias Ammang (45) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tak mampu menahan emosinya saat bertengkar dengan sang istri. Menggunakan sebuah balok kayu, ia memukuli istrinya. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, korban akhirnya tewas dua hari kemudian.

Kasus ini terungkap setelah anggota Binmas Paropo Polsek Panakukang, Brigpol Sirattang, menerima informasi penganiayaan yang terjadi di Jalan Batua Raya 5 Lorong 3, Kecamatan Panakukang, Makassar.  Selanjutnya Tim Resmob Polsek Panakukang langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku pada Selasa 13 Agustus 2019, sekira pukul 11.00 Wita.

"Jadi awalnya anggota Resmob Panakukang mendapat informasi dari anggota Binmas bahwa telah terjadi penganiayaan berat di mana pelakunya merupakan suami dari korban," kata Kapolsek Panakukang Kompol Ananda Fauzi Harahap seperti dilansir Okezone, Rabu (14/8/2019).

Selanjutnya, kata dia, Tim Resmob menuju tempat kejadian perkara dan membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diberikan pertolongan medis lebih lanjut. Korban lalu divisum setelah menderita luka penganiayaan tersebut. Ketika di rumah sakit, korban menolak menjalani perawatan inap. Korban langsung dipulangkan ke rumahnya.

"Jadi setelah dua hari kejadian, tiba-tiba korban mengeluh di bagian lukanya dan bagian badan akibat luka lebam akibat benda tumpul, dan pihak keluarga membawa ke RS Hermina. Setelah tiba, pihak RS Hermina menyatakan korban telah meninggal dunia," jelas Ananda.

Anggota Resmob pun langsung melakukan pencarian suami korban yang merupakan pelaku penganiyaan itu. Ia ditangkap saat sedang berada di rumah orangtuanya di Jalan Bontobila 12 Makassar.

"Di rumah itu, anggota berhasil mengamankan pelaku. Pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan mengakibatkan korban meninggal dunia dengan cara memukul korban menggunakan benda tumpul berupa kayu balok," kata Ananda.

Dari pemeriksaan sementara, kata Ananda, diduga motif permasalahan antara para pelaku dan korban karena kecemburuan. AR cemburu karena istrinya sering keluar rumah tanpa sepengtahuan dirinya. Apabila pelaku menanyakan keberadaan korban, sering terjadi perselisihan dan berujung penganiayaan.

"Dalam beberapan tahun ini antara pelaku dan korban dalam proses perceraian, namun belum ada putusan dari pengadilan," pungkas Ananda.

 

R24/bara

PenulisR24/saut


Loading...

loading...