riau24

Wanita di Riau dan Kalimantan Harus Waspada, Kabut Asap Dapat Bikin Sulit Hamil

Rabu, 14 Agustus 2019 | 10:23 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM -  Kabut asap yang melanda Riau dan Kalimantan masih belum ada tanda-tanda bakal segera hilang. Selain menyebabkan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), polusi udara ini juga bisa berdampak pada kesuburan pada kaum wanita di Riau dan Kalimantan.

Berdasarkan penelitian, polusi udara ternyata bisa meningkatkan risiko sulit hamil. Professor Simon Fishel, pendiri dan presiden CARE Fertility menyebutkan, sebuah studi terbaru menemukan bahwa polusi udara bisa secara langsung berdampak pada kesuburan wanita.

Seperti dilansir grid.id. studi dari University of Modena di Italia itu mengamati pengukuran terhadap 1.318 wanita. Kesimpulan studi menyebutkan, polusi udara menurunkan aktivitas indung telur wanita, namun tidak secara spesifik meneliti dampak polusi udara terhadap kesuburan.

Meski begitu, peneliti studi menemukan level hormon anti-mullerian atau AMH pada wanita yang tinggal di daerah berpolusi cenderung lebih rendah. AMH bisa memberikan indikasi cadangan indung telur wanita karena hormon ini dilepaskan oleh sel-sel di ovarium.

Para ilmuwan juga menemukan bahwa kadar AMH turun secara alami seiring bertambahnya usia untuk wanita di atas 25 tahun. Seiring usia, tingkat kesuburan wanita memang menurun.

Substansi racun bisa merusak ritme tersebut atau merusak mekanisme kontrol pada sel dengan cara merusak gen sebenarnya atau keseluruhan fungsi sel.

Beberapa studi sudah menunjukkan bahwa polutan bisa menyebabkan pengurangan sel telur, perkembangan telur, jumlah dan kualitas telur yang diambil, lapisan rahim, serta pembuahan telur dan kualitas embrio. Hal ini tentu menjadi kabar buruk bagi wanita di usia subur yang sedang ingin segera memiliki momongan.

Fishel juga merekomendasikan setiap individu untuk lebih peduli terhadap racun-racun di lingkungan sekitar dan menyarankan masyarakat untuk mulai mengkonsumsi tanaman organik. ***

 

R24/bara

PenulisR24/saut



Loading...
Loading...