riau24

Jangan Hanya Berkunjung, Husni Thamrin Minta Kapolri, Panglima TNI dan MenLHK Segera Tangkap Bos PT SSS

Rabu, 14 Agustus 2019 | 19:01 WIB
Husni Thamrin Husni Thamrin

RIAU24.COM -  Pihak DPRD Riau mengapresiasi kunjungan Panglima TNI, Kapolri juga Mentri LHK RI kemarin yang memberikan perhatian untuk masalah Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang di hadapi masyarakat Riau saat ini.

Namun menurut anggota DPRD Riau Husni Thamrin, dari kunjungan itu hendaknya harus ada bukti dan kerja nyata karena anggaran pejabat ke daerah cukup besar .



BACA JUGA : Nama Suparman dan Mantan Wakil Bupati Rohul Masuk Kandidat Kuat Bakal Calon Bupati Pilkada 2020

Politisi Gerindra Riau itu mengatakan, bukti nyata yang di harapkan dari kunjungan Mentri LHK,  panglima dan Kapolri yaitu menangkap bos perusahaan yang melakukan karhutla seperti PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. 

"Bos PT SSS ini sampai saat ini masih berkeliaran dan kita minta segera ditangkap dan memenjarakannya. Hal ini kita minta karena perusahaan itu terbukti merusak negeri Melayu ini, dan juga merugikan  negara, "katanya di DPRD Riau. Rabu 14 Agustus 2019.

Untuk Mentri LHK pihaknya juga meminta selain memenjarakan bos perusahaan tersebut, izin perusahaan itu juga segera dicabut agar ada efek jera bagi perusahaan lainnya juga. 

"Bukan hanya  masyarakat biasa  saja yang di tangkap dan di penjara karena karhutla, bos perusahaan pembakaran hutan itu juga ditangkap," jelasnya lagi. 



BACA JUGA : Peringati HUT RI ke 74 Tahun, Yayasan Hemadhiro Mettavati Adakan Pesta Rakyat di Rumbai

Jadi tambah Husni dengan kedatangan petinggi negara ke Riau, harus ada hasil nyata, jangan sampai mubazir tidak ada hasil satupun serta jangan menyia-nyiakan perjuangan masyarakat dan petugas memadamkan api. 

"Cukup satu dahulu pemerintah memberikan bukti agar perusahaan lain tidak melakukan hal yang sama yaitu dengan mencabut izin perusahaan, dan memasukan direktur nya ke penjara, dan  kembalikan kebun ilegal  ke rakyat Riau maka semua perusahaan akan takut, " tutupnya. 

 

PenulisR24/riko


Loading...

loading...