riau24

Peduli Generasi Bangsa, Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Buat Program Gerakan Membaca

Rabu, 14 Agustus 2019 | 23:52 WIB
Foto. Istimewa Foto. Istimewa

RIAU24.COM - BENGKALIS - Mahasiswa Universitas Islam Negri (UIN) Suska Riau, yang saat ini sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN), membuat program Tridarma, yang merupakan salah satu program dari gerakan membaca.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk masyarakat yang ingin belajar membaca, dan terlebih untuk yang belum bisa membaca.

Mahasiswa UIN Suska Riau ini, melakukan kegiatan tersebut di Kabupaten Bengkalis, Kecamatan Bathin Solapan selama 45 hari.

"Kami melakukan kegiatan tersebut sekali sepekan dalam enam desa di kecamatan itu," kata salah satu Mahasiswa KKN UIN Suska Riau, Rita Musdalifah, Rabu (14/8/2019).

Lanjut Rita mengatakan melalaui telpon genggam seluler, kegiatan tersebut, meripakan suatu kepedulian terhadap masyarakat setempat.

"Ini juga sekaligus mempersiapkan kami semua bagaimana nanti bisa berkontribusi pada anak - anak dan bangsa setelah lulus dari perguruan tinggi, yang berkaitan dengan Jurusan yang kami ambil, yaitu Teknik Informatika," harap gadis berusia 21 tahun asal Indragiri Hilir.



BACA JUGA : Malam Hari Hujan Cuma Turun Rohil dan Rohul

Terpisah, koordinator KKN, Insanul Rahman menjelaskan, objek pertama gerakan membaca ini adalah para siswa, generasi milenial dan lansia.

"Kita memang tidak selalu bisa mempersiapkan masa depan untuk generasi setelah kita, tetapi kita selalu bisa mempersiapkan generasi setelah kita untuk masa depan," kata pria dengan panghilan akrab Rahman.

Lanjut Rahman menjelaskan melalui aplikasi WhatsApp, Mahasiswa Agrotek ini juga menyatakan kebahagian dalam hidup adalah ketika bisa merubah hidup orang lain selama hidup.



BACA JUGA : Ada Hadiah sepeda Motornya, Lomba Kicau Burung di Holtikultura Festival Berlangsung Meriah

"Mengingat budaya literasi sangat penting, jadi kami menerapkan kegiatan ini dengan tujuan meningkatkan minat membaca dan mencintai buku," harapnya.

Sebelumnya, kegiatan tersebut dilakukan di enam desa, yaitu Desa Balai Makam, Desa Air Kulim, Desa Sebangar, Desa Boncah Mahang, Desa Kesumbo Ampai dan Desa Bumbung, dan setiap desa terdiri dari 10  sampai 11 orang.

PenulisR24/amri


Loading...

loading...