riau24

Sekda Pekanbaru Meradang Ada Lurah Tidak Serius Cairkan Dana Kelurahan

Jumat, 16 Agustus 2019 | 22:58 WIB
Sekda kumpulkan semua lurah Pekanbaru (foto/int) Sekda kumpulkan semua lurah Pekanbaru (foto/int)

RIAU24.COM -  Jumat 16 Agustus 2019, Sekda Kota Pekanbaru, M Noer dibuat meradang oleh para lurah yang kinerjanya dianggap tidak cekatan. Banyak kelurahan lambat merespon terhadap pencairan dana kelurahan.

Salah satu kelurahan yang disoroti yakni Lurah Meranti Pandak Zyat Fitriansyah mendapat perhatian serius karena tak mengajukan pencarian dana kelurahan.

BACA JUGA : Bersama Pemko Pekanbaru, BI Perwakilan Riau Turut Serahkan Kartu Smart Madani dan KIA



Zyat dimarahi Sekda Kota Pekanbaru M Noer tepat saat rapat evaluasi dana kelurahan di aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Jumat (16 Agustus 2019).

Kemarahan M Noer berawal saat para lurah dari Kecamatan Rumbai Pesisir dikumpulkan untuk diminta penjelasannya satu per satu. Dalam sesi itu, M Noer menyadari ada satu lurah yang tak hadir.  Rupanya, Zyat duduk di bagian belakang. Ia diminta bergabung dengan para lurah dari Rumbai Pesisir. 



BACA JUGA : Libatkan Universiti Kebangsaan Malaysia, FKIP Unri Sukses Adakan Joint International Conference 2019



Kesalahan Zyat mulai terlihat seperti pakaian yang asal-asalan, tanda jabatan lurah alasannya patah, hingga hadir sendiri tanpa didampingi staf kelurahan untuk membawa data yang dibutuhkan. Dana kelurahan tidak diajukan karena bendaharanya beralasan akan pensiun mulai Januari 2019.

Setelah rapat berakhir, M Noer sampaikan hanya enam kecamatan yang terinput datanya. Penyerapan dana kelurahan  hanya 11 persen kemarin. "Hari ini, kami akan menggenjot hingga di atas 50 persen. Pengajuan dari kelurahan lebih banyak pembangunan fisik. Dananya tidak bisa diajukan kalau belum dikerjakan," sebut M Noer.

Mengenai kekurangan ASN di kelurahan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) sudah dipanggil untuk membahas permasalahan ini. Solusi awal, pegawai di kecamatan diturunkan ke kelurahan.

"Kami minta BKPSDM kalau memang harus ditambah ya ditambah. Karena, ada juga orangnya tapi tidak mau. Kalau mereka (PNS) mundur tanpa ada alasan (sebagai bendahara), kami ancam untuk mundur dari jabatannya yang lain," tegas Noer.

Catatan bagi para lurah adalah lambatnya merespon pencairan dana kelurahan. Perlu ditekankan bahwa bekerja itu jangan ragu-ragu. Bekerja itu harus proporsional.

PenulisR24/riki



Loading...

Terpopuler