riau24

Ustaz Abdul Somad Dilaporkan, Mantan Menteri SBY: Ingat, Kaumnya Tidak Mungkin Diam

Senin, 19 Agustus 2019 | 10:30 WIB
Ketua Majelis Syuro PBB, MS Kaban Ketua Majelis Syuro PBB, MS Kaban

RIAU24.COM - Ketua Majelis Syuro PBB, MS Kaban menanggapi persoalan pelaporan kepada Ustaz Abdul Somad (UAS) oleh ormas di Nusa Tenggara Timur (NTT) karena diduga telah menistakan agama kristen.

Kaban mengatakan, mempolisikan UAS atas tuduhan tersebut dinilainya sebuah kondisioning membangkitkan ghirah keimanan.

Mantan Menteri Kehutanan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itupun juga mengingatkan tentang gelar Datuk Sri Ulama Setia Negara. Dia mengatakan ustaz yang berasal dari Riau tersebut, para kaummnya tidak akan tinggal diam.


BACA JUGA : Tak Nyangka, Begini Rupanya Sandiaga Uno Menilai Rhoma Irama

"Mempolisikan UAS dgn tuduhan penistaan agama, ini adalah sebuah kondisioning membangkitkan Ghirah keimanan, terima kasih pd saudara2 yg mempolisikan UAS. Ingat UAS Datuk Sri Styanegara, kaumnya tidak mungkin diam. Ghirah riau, ghirah melayu tak melayu kalau bukan islam," cuit Kaban di akun Twitternya, Ahad, 18 Agustus 2019.

Sementara itu, Ustaz Abdul Somad sendiri sudah memberikan klarifikasi atas pelaporan tersebut. Ustaz Somad mengatakan jika video tersebut merupakan kajian internal yang telah di potong dengan tujuan agar umat Islam paham tentang hukum patung.

''Ada orang islam yang memotong-motong video itu. Dia mem-posting. Tujuannya supaya orang paham tentang hukum patung. Jadi, ini untuk internal saja (umat Islam --Red),'' kata UAS dilansir dari Republika.co.id.


BACA JUGA : Febri: Lima Komisioner KPK Dipastikan Tidak Mundur

UAS sendiri belakangan mengetahui bahwa video tersebut tersebar melalui jejaring internet. Karena itu, katanya, orang-orang non-Muslim pun mungkin saja mengaksesnya. Padahal, sekali lagi, sasaran dakwahnya semata-mata adalah kaum Muslimin.

''Video itu sampai ke grup Katolik. Mereka posting di instagram-instagram mereka, jadi ramai,'' kata UAS.

PenulisR24/ibl


Loading...

loading...