riau24

Balas Serangan Rudal dari Gaza, Israel Siap Balas Dengan Operasi Militer Besar-besaran

Senin, 19 Agustus 2019 | 10:43 WIB
Benjamin Netanyahu Benjamin Netanyahu

RIAU24.COM -  TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan siap melakukan operasi militer besar-besaran di Gaza, Palestina, jika hal itu memang diperlukan.  Ancaman dilontarkan Netanyahu pada hari Minggu sebelum melakukan lawatan ke Ukraina.

"Kami akan memulai kampanye (militer) meluas, jika perlu," katanya. "Tujuan saya adalah untuk menjaga keamanan dan ketenangan, dan kami mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk tujuan ini," ujarnya, dikutip sindonews dari Times of Israel, Senin (19/8/2019).

Komentar itu muncul setelah serangan rudal-rudal yang berasal dari Gaza pada Sabtu malam, dengan satu misil mendarat di kota Sderot, yang terletak di dekat perbatasan dengan Jalur Gaza. Rudal itu menyebabkan kerusakan, tetapi tidak ada yang terluka.

Netanyahu menampik pendapat-pendapat yang menyatakan dirinya tidak akan melakukan serangan militer karena mempertimbangkan pemilu September mendatang. "Ini tidak benar. Setiap orang yang mengenal saya tahu bahwa pertimbangan saya adalah benar, asli, dan bahwa saya bertindak dalam koordinasi penuh dengan pasukan keamanan dengan ketegasan dan pertimbangan yang diperlukan," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa langkah-langkah yang diperlukan akan diambil terlepas dari iklim politik."Jika diperlukan, kami akan memulai kampanye (militer) besar, dengan pertimbangan pemilu atau tanpa pemilu," imbuhnya.

Sebelumnya pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, menolak opsi invasi darat terhadap Jalur Gaza. "Apa yang terjadi kemarin di Sderot tidak akan dibiarkan tanpa jawaban. Kami mempertahankan kebijakan untuk tidak memulai operasi berskala luas tetapi menjaga pencegahan," katanya.

Kebijakan pencegahan seperti itu dikritik oleh pemimpin Partai Biru dan Putih yang juga mantan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Benny Gantz. "Pencegahan itu belum terkikis, (tapi) itu telah dihapus," katanya, seperti diberitakan The Jerusalem Post.***

 

R24/bara

PenulisR24/saut


Loading...

loading...