riau24

Ustaz Abdul Somad Dilaporkan, LAM Riau: Siap Mati-matian Bela UAS

Selasa, 20 Agustus 2019 | 08:27 WIB
Ustaz Abdul Somad Ustaz Abdul Somad

RIAU24.COM - Ketua Lembaga Adat Melayu Riau Bidang Agama Islam, Gamal Abdul Nasir menegaskan jika Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau akan membela Ustaz Abdul Somad (UAS) yang mendapat tuduhan dugaan penistaan agama.

Akibat video Ustaz Somad dipotong dan ceramahnya tiga tahun lalu jadi viral, dia pun dilaporkan ke pihak kepolisian Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Brigade Meo NTT.

"Saya hanya melengkapi saja dari apa yang disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Harian (DPH) LAM Riau Syahril Abu Bakar bahwa LAM Riau akan melindungi dan siap mati-matikan membela UAS," sebutnya.
BACA JUGA : DPRD Riau tak setuju LAMR Kelola Blok Rokan

Gamal mengatakan, pembelaan terhadap Ustaz Somad selain karena memiliki gelar adat dari LAM Riau, juga apa yang disampaikan oleh Ustaz melalui tausiahnya yang tersebar melalui media sosial hanya untuk internal umat Islam.

Sementara dari pandangan Islam sendiri, apa yang disampaikan oleh UAS adalah benar sesuai dengan ajaran yang telah disampaikan. Sebaliknya, jika agama lain melakukan hal serupa menurutnya umat Islam juga tidak mempermasalahkannya.

Karena semua itu terkandung dalam Quran surat Alkafirun ayat 1-6 yang berbunyi katakanlah hai orang-orang kafir, (1) Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. (2) Dan kamu bukan penyembah Rabb yang aku sembah. (3) Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, (4) dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Rabb yang aku sembah. (5) Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.


BACA JUGA : BBM Janis Premium Mulai Langka, DPRD Riau Akan Panggil Pertamina

"UAS berceramah itu untuk umat Islam. Jadi tolong itu diingat apa yang disampaikan itu benar menurut agama Islam. Kalau menurut agama lain berbeda itu wajar-wajar saja. Kita juga tidak pernah mempermasalahkan kalau tokoh agama lain mengecilkan agama kita (Islam). Dia menyampaikan untuk umat dia. Selagi seperti itu menurut saya itu wajar-wajar saja kalau agama lain mendengar itu kemudian marah ya wajar saja. Jadi sebaiknya tidak perlu mendengarkan itu," jelasnya.

PenulisR24/ibl



Loading...

Terpopuler