riau24

Menhan Ryamizard Balik Sindir Pihak yang Minta TNI dan Polri Ditarik dari Papua

Kamis, 05 September 2019 | 23:37 WIB
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu

RIAU24.COM -  Sejak pecahnya sejumlah kerusuhan di Papua dan Papua Barat belum lama ini, ada sejumlah pihak yang meminta supaya TNI dan Polri ditarik dari Bumi Cendrawasih.

Tak ayal, hal itu pun kemudian menjadi sorotan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Hal itu dilontarkannya saat rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 5 September 2019.

BACA JUGA : Nasibnya Sama Dengan Demokrat, Yusril Ihza Mahendra: PBB di Luar Kabinet

"Ini yang jadi acuan kita, karena banyak sekali orang yang menyuruh-nyuruh tentara pulang. Ini ada apa maksudnya?," sindirnya, dilansir kompas.

Ryamizard kemudian menegaskan, adalah sesuatu yang tidak mungkin untuk menarik TNI-Polri dari Papua dan Papua Barat. Sebab, tugas dua instansi tersebut adalah menjaga keamanan dan kedaulatan negara.

Ia kemudian menegaskan, tidak ada kompromi apapun terhadap musuh yang ingin mencoba mengganggu keutuhan NKRI.

"Perlu kita ketahui, kalau TNI melaksanakan tugasnya, maka tak ada kompromi. Musuh negara harus dihancurkan," ujar dia.



BACA JUGA : Tak Terima Jatah Menteri di Kabinet Indonesia Maju, Demokrat akan Berdiri di Mana?

Ia kemudian mengutip pernyataan presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, bahwa 'seribu kali pejabat gubernur di Papua diganti, Papua tetap di sana. Tetapi satu kali TNI dan Polri ditarik dari tanah Papua, besok Papua merdeka.

Menurutnya, saat ini ada tiga ancaman dalam pertahanan negara, yaitu pertahanan nyata, belum nyata dan sangat nyata.

Yang paling berbahaya berupa ancaman pada pola pikir atau mindset seluruh warga negara terkait pemisahan suatu wilayah dari NKRI. ***

 

PenulisR24/wan



Loading...