riau24

Meski Kabut Asap Menyelimuti Pekanbaru, Penerbangan di SSK II Masih Normal

Senin, 09 September 2019 | 11:28 WIB
Bandara Sultan Syarif Kasim II Bandara Sultan Syarif Kasim II

RIAU24.COM - Kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru akibat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin parah dan tak kunjung hilang. Lantas bagaimana pengaruhnya terhadap penerbangan?

Menurut keteranfan General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Yogi Prasetyo memastikan jika kabut asap di Kota Pekanbaru tidak mengganggu penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

"Penerbangan di Bandara SSK II pagi ini masih normal atau sesuai jadwal," kata dia, Senin, 9 September 2019.
Baca Juga: Polemik Eksekusi Lahan PT PSJ, Komisi I Sayangkan Ketidakhadiran DLHK, Biro Hukum dan Kejari Pelalawan Dalam Rapat Dengar Pendapat

Dia mengatakan, untuk jarak pandang di area bandara SSK II pada pukul 8.00 WIB mencapai 1.500 meter. Sehingga masih aman digunakan untuk penerbangan.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat 289 titik panas yang tersebar di sembilan kabupaten. 

Dari 289 titik panas tersebut memiliki level confidence di atas 50 persen. Hotspot terbanyak berada di Inhil yakni 185 titik panas. Kemudian di Pelalawan sebanyak 57 titik panas, Inhu 31 titik panas, Bengkalis ada empat titik panas, Kampar dan Kepulauan Meranti dua hotspot, serta Dumai, Kuansing dan Rohil masing-masing satu hotspot.
Baca Juga: Berbagi Kebahagian, Ribuan Pelajar SD Mendapat Seragam Berbahan Serat Rayon

Dari 289 titik panas itu, 182 titik diantaranya bahkan berlevel confidence di atas 70 persen. Dapat dirincikan, 117 titik terdapat di Inhil, 38 titik lainnya di Pelalawan, 17 titik di Inhu, dua lainnya di Bengkalis serta di Dumai dan Rohil masing-masingnya satu titik api.

PenulisR24/ibl



Loading...
Loading...