riau24

Kasus Cabul Anak di Bawah Umur, Kades Pendekik Hanya Divonis 5 Tahun, JPU Pikir Pikir

Rabu, 11 September 2019 | 11:55 WIB
Sidang kasus pencabulan anak di bawah umur/hari Sidang kasus pencabulan anak di bawah umur/hari

RIAU24.COM -  BENGKALIS - Jan alias Kijan (53) Kepala Desa Pendekik, Kecamatan Bengkalis terdakwa kasus pencabulan anak di bawah umur divonis 5 tahun penjara oleh Majelis Hakim dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jalan Karimun, Bengkalis.

Sidang vonis tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim Zia Ul Jannah Idris, SH, didampingi dua hakim anggota diantaranya Mohd. Rizky Musmar, SH dan Aulia F. Widhola, SH. Majelis hakim dalam putusanya mengatakan bahwa terdakwa Jan alias Kijan  dinyatakan terbukti bersalah dan melanggar Pasal 81 ayat 2 UU tentang Perlindungan Anak kerena melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

"Terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhkan hukuman vonis 5 tahun kurungan penjara denda Rp 1 Milyar dan subsider 1 bulan,"ungkap Ketua Majelis Hakim Zia Ul Jannah Idris, Selasa 10 September 2019 petang kemarin.



BACA JUGA : Ponpes Terpadu Al Kahfi Bogor Kirim Bantuan untuk Korban Kabut Asap ke DPD PKS Bengkalis

Kasus dugaan pemerkosaan Kepala Desa Pedekik, Jan alias Kijan (53) digelar pada sidang perdana digelar, Selasa 18 Juni 2019 silam dan terus bergulir hingga vonis. Sedangkan dari pihak JPU Kejari Bengkalis Eriza Susila, SH, terdakwa Kades Pedekik Jan alias Kijan saat di persidangan juga didampingi pengacaranya Aziun As'ari.

Kades Pedekik dituduh melakukan pencabulan anak dibawah umur yang merupakan pelajar kelas III SMP.

Sementara, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Iwan Roy Carles SH, melalui JPU Kejari Bengkalis Eriza Susila, SH mengatakan bahwa vonis hukum terdakwa pencabulan anak dibawah umur ini lebih rendah dari tuntutan JPU sebelumnya dengan menuntut 7 tahun penjara dan denda 1 Milyar subsider 1 bulan.

"Kita pikir pikir dulu dan berkordinasi terlebih dulu untuk melakukan banding," ungkap Eriza Susila kepada sejumlah wartawan usai sidang seraya menypaikan PH terdakwa juga mengatakan masih pikir pikir untuk melakukan banding.



BACA JUGA : 33 Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api yang Mengamuk di Mandau

Sebelumnya, Kades Pedekik dilaporkan ke Polisi tertuang dalam surat tanda terima laporan Polisi Nomor: STTLP/27/II/2019/SPK/RIAU/RES-BKS tertanggal 06 Februari 2019, pukul 12.00 WIB atas nama inisial MH (Ibu korban).

Dalam laporan tersebut, orang korban mengatakan, telah terjadi dugaan persetubuhan anak di bawah umur diduga dilakukan oleh Kades Pedekik inisial Jan Alias Kijan (53) ke Polres Bengkalis waktu itu.***


R24/phi/hari

PenulisR24/hari


Loading...

loading...

Terpopuler