riau24

Kabut Asap Kian Memburuk, Begini Reaksi Terbaru Malaysia dan Singapura

Rabu, 11 September 2019 | 12:20 WIB
Kabut Asap Kian Memburuk di Pekanbaru Kabut Asap Kian Memburuk di Pekanbaru

RIAU24.COM -  Sejumlah Menteri Malaysia mengungkapkan kembali keprihatinan atas dampak kabut asap akibat karhutla Indonesia yang turut mencemari udara mereka. Malaysia mengaku sudah menawarkan bantuan bagi Indonesia untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan dan Sumatera.

"Malaysia akan terus berupaya membuat hujan buatan jika situasi memungkinkan dan mengirimkan bantuan bagi Indonesia bila mereka mau menerima," ujar Menteri Energi, Teknologi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Malaysia (Mestecc), Yeo Bee Yin. Namun, Yeo tak merinci lebih lanjut jenis bantuan yang ditawarkan kepada Indonesia.

Yeo menuturkan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Zainal Abidin Bakar, juga telah menemui sejumlah pejabat senior pada Senin pekan ini untuk membahas kabut asap karhutla yang sampai sekarang menyelimuti sebagian wilayah Malaysia.

Ia menjelaskan pejabat senior Indonesia telah menyampaikan komitmen mereka untuk menangani penyebaran kabut asap dengan mengerahkan 2.900 personel dan 1.677 sukarelawan untuk memadamkan kebakaran hutan.

Selain Malaysia,  Singapura juga khawatir kualitas udara di negaranya bisa mencapai tingkat tidak sehat akibat kabut asap yang merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) menyampaikan kekhawatiran ini setelah melaporkan kemungkinan peningkatan Indeks Standar Polutan (PSI) di negaranya. "Tergantung kondisi angin, PSI bisa memasuki tingkat tidak sehat jika situasi kabut asap di Sumatera tak berkembang atau bahkan memburuk," demikian pernyataan NEA sebagaimana dilansir Channel NewsAsia, Selasa (10/9) seperti dikutip CNNIndonesia.

NEA melaporkan bahwa pada Selasa sebenarnya PSI di Singapura masih di tingkat Menengah dengan angka antara 85 dan 96. Namun, PSI di Singapura diprediksi akan mencapai tingkat tidak sehat, yaitu 101-200, dalam kurun waktu 24 jam ke depan.***

PenulisR24/saut


Loading...

loading...