riau24

Kata-kata Habibie Berikut Ini Jadi Bukti Cinta Sejatinya terhadap Ainun

Kamis, 12 September 2019 | 00:51 WIB
Habibie dan Ainun Habibie dan Ainun

RIAU24.COM -  Selain dikenal sebagai negawaran, almarhum BJ Habibie juga dikenal sangat mencintai sang istri, Hasri Ainun Besari, atau yang akrab dipanggil Ainun. Tak hanya diwujudkan dalam film, cerita cinta Habibie dan Ainun juga tertuang dalam buku.
Dilansir viva, Habibie kerap memberikan pernyataan cintanya pada Ainun, bahkan ketika Ibu Negara itu sudah tiada. Berikut adalah kata-kata romantis yang pernah dilontarkan Habibie untuk cinta sejatinya, Ainun.

BACA JUGA : Kembali Ke Gerindra, Sandiaga Sebut Prabowo Minta Dia Kembali Jadi Wagub DKI

"Walaupun raga telah terpisahkan oleh kematian, namun cinta sejati tetap tersimpan abadi di relung hati."

Saat kepergian Ainun tahun 2010 lalu, BJ Habibie terlihat sebagai orang yang paling merasakan kehilangan. Ia tak bisa menutupi betapa ia harus berjuang menjalani hari-hari tanpa orang yang dicintainya.

"Antara saya dan Ainun, adalah dua raga tetapi dalam satu jiwa."

Kata-kata itu menggambarkan perasaan Habibie untuk sang istri. Meski sang istri menghadap Yang Maha Kuasa lebih dulu, Habibie selalu mengingat dan tak jarang menitipkan air mata ketika membicarakan mengenai almarhumah.



BACA JUGA : Unggah Foto Bareng Rocky Gerung, Mardani Ali Sera Serukan Tagar ini, Netizen Berkomentar

"Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup."

Habibie dan Ainun merupakan dua orang dengan ide cemerlang. Habibie sebagai ahli ilmu penerbangan, sementara Ainun bergelut di bidang kesehatan. Namun lewat kata-kata itu, Habibie pun mengakui kecerdasan tanpa cinta tidaklah sempurna. ***

"Saya akan menjadi suami yang terbaik untuk Ainun."

Kata-kata itu dilontarkan ulang oleh Reza Rahadian saat memerankan tokoh Habibie dalam film Habibie dan Ainun. Kata-kata tersebut terlontar saat Habibie akan meminang Ainun.

"Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan calon bidadari surgaku."

Kata-kata ini menggambarkan bagaimana dalamnya luka yang dirasakan Habibie untuk Ainun. Kata-kata itu terlontar saat Habibie menghadapi kenyataan bahwa Ainun telah tiada. ***

PenulisR24/wan



Loading...

Terpopuler