riau24

Akhirnya Wakil Gubernur Riau Temui Ratusan Mahasiswa UNRI

Kamis, 12 September 2019 | 13:58 WIB
Wakil Gubernur Riau Edy Natar menjumpai mahasiswa UNRI yang berdemonstrasi di tengah-tengah kabut asap (foto/ryan) Wakil Gubernur Riau Edy Natar menjumpai mahasiswa UNRI yang berdemonstrasi di tengah-tengah kabut asap (foto/ryan)

RIAU24.COM -  Kamis 12 September 2019, Wakil Gubernur Riau Edy Natar akhirnya jumpai ratusan mahasiswa dari BEM Fisip, Universitas Riau (UNRI). Wakil Gubernur Edy Natar beralasan tidak bisa menjumpai massa aksi pada pagi hari sebab ada Rapat Paripurna di DPRD Provinsi Riau.

Kepada ratusan mahasiswa tersebut, Edy Natar menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Riau sudah melakukan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan. Hanya saja memang Karhutla tidak hanya terjadi di Riau, melainkan juga provinsi lain. "Jadi tidak hanya Riau saja, bahkan BMKG mencatat hospot di Jambi ada 420 titik dan Sumatera Selatan ada 437 titik," sebut Edy Natar.

BACA JUGA : Pelajar Islam Indonesia Riau Temui Wagubri, Dukung Program Kebudayaan Melayu



Mengenai adanya tudingan korporasi dan meminta Pemprov Riau transparan dalam data perusahaan yang bakar lahan, Edy Natar sebut pihak aparat sudah melakukan upaya itu. "Sudah ada 41 kasus yany ditangani aparat kepolisian wilayah Riau. Satu di antaranya korporasi dan sisanya perorangan. Tentu dalam menangani kasus hukum kita tidak bisa sembarangan, harus disertai bukti-bukti. Kalau kawan-kawan punya data atau bukti lain silahkan, silahkan berikan ke kami untuk kemudian ditindak lanjuti," sebutnya.

Kemudian Edy Natar sampaikan bahwa Gubernur Riau Syamsuar tidak bisa hadir di tengah-tengah mahasiswa karena ada acara di Luar Negeri. "Beliau sedang menghadiri kegiatan di luar negeri. Kalau disini, tentu Pak Gubernur akan langsung menjumpai adek-adek semua," kata Edy Natar.



BACA JUGA : PKB Dukung Wacana Jokowi Memangkas Eselon



Selanjutnya Edy Natar menyebut bahwa sudah dibuat posko-posko terutama di puskesmas yang ada di Riau. Dan semua puskesmas tidak boleh memungut biaya berobat bagi yang alami ISPA. "Pengobatan gratis di puskesmas, tidak dipungut biaya bagi korban ISPA," sebutnya.

Edy Natar berjanji akan membawa semua tuntutan dari mahasiswa ke Gubernur Riau Syamsuar. "Pertahankan idealisme kawan-kawan semua, jangan dikotori kepentingan-kepentingan lain. Saya apresiasi," ujar Edy Natar.

Usai menyampaikan aspirasinya ratusan mahasiswa membubarkan diri. Koordinator lapangan (Korlap), Kaisar Nugraha menyebut agar Pemprov Riau terutama Gubernur Riau Syamsuar agar serius menangulangi masalah asap.

"Karena ini sudah dari tahun ke tahun. Kalau tiap tahun terjadi kebakaran lahan, berarti ada yang salah. Kita juga minta supaya pemerintah tegas bila ada korporasi yang terbukti membakar lahan. Karena kasihan kita masyarakat menghirup udara tidak sehat dan ribuan orang sudah kena ISPA. Kalau masih tidak serius kami akan aksi lagi dengan peserta lebih banyak," sebutnya Kaisar Nugraha mahasiswa Fisip, Universitas Riau (UNRI).

Seperti diberitakan sebelumnya ratusan mahasiswa menyuarakan aspirasi di Kantor Gubernur Riau. Ratusan mahasiswa sempat dijumpai Dendi Zulheri, Kabid Rehabilitasi BPBD Riau dan Kadis LHK Provinsi Riau Ervin Rizaldi.

Namun mahasiswa bersikukuh hanya mau dijumpai Wakil Gubernur Riau Edy Natar. Selama aksi ini tiga di antara peserta dibawa ke RS Bhayangkara, karena mengalami sesak nafas dan ada juga yang pingsan. Diduga akibat terpapar kabut asap pekat saat aksi demonstrasi berlanjut.

PenulisR24/riki



Loading...