riau24

Sering Dianggap Sepele, Padahal Dua Faktor Ini Sering Jadi Penyebab Utama Pecah Ban di Jalan

Selasa, 17 September 2019 | 13:48 WIB
Pecah ban di jalan kerap mengakibatkan kecelakaan fatal (ilustrasi). Foto: int Pecah ban di jalan kerap mengakibatkan kecelakaan fatal (ilustrasi). Foto: int

RIAU24.COM -  Sudah tak terhitung lagi, banyak kecelakaan di jalan raya bermula dari pecahnya ban. Khususnya bagi kendaraan roda empat ke atas. Bila ditotal, kebanyakan kasus ban pecah di tengah jalan, disebabkan dua faktor ini. Namun sayang, masih banyak pengendara yang menganggapnya sepele.

Seperti dituturkan Customer Engineering Support PT Michelin Indonesia, Fachrul Rozi, salah satu penyebab utama kasus pecah ban di jalan, adalah akibat akibat kurangnya tekanan angin pada ban. Sayangnya, hal ini masih kerap dianggap sepele.

BACA JUGA : Tak Lagi Dijual di Indonesia, ini 5 Fakta Menarik Tentang Honda Freed Facelift

Padahal, terangnya, tekanan angin yang kurang, bisa membuat kawat di dinding ban mengalami stress. Akibatnya, dinding ban yang berfungsi sebagai penahan utama bobot mobil ke jalan, tidak mampu lagi bekerja dengan baik.

“Kalau sudah terus-terusan seperti ini, kawat bisa putus, hingga membuat dinding ban sobek. Apalagi saat berjalan, ban cenderung menjadi panas,” terangnya, dilansir kompas, Selasa 17 September 2019.

Karena itu, ia mengingatkan tentang pentingnya menjaga kondisi tekanan angin sesuai tire placard, yang terletak di bagian pintu mobil atau pilar B.

Bahkan, Rozi menyebutkan, akan lebih baik bila ban mengalami kelebihan tekanan daripada kekurangan tekanan angin. Rozi mengilustrasikan, kondisi tekanan angin yang harusnya diisi 32 psi, namun diisi 35 psi dinilai lebih aman. Ketimbang yang harusnya 32 psi, tapi hanya diisi 25 psi.



BACA JUGA : Bertajuk Daihatsu Day, Astra Daihatsu Internasional Berikan Promo DP Mulai Dari Rp 6Jutaan

Selain hal di atas, ternyata ada satu faktor lain, yang juga ikut menjadi penyebab terjadiny pecah ban di jalan. Yakni karena sisa tambalan, yang lama-kelamaan justru merusak ban itu sendiri. Contohnya, sela-sela tambalan dapat kemasukan air hingga mengakibatkan karat pada kawat di dalam ban.

“Banyak masyarakat kita yang menggunakan tambal ban cacing atau yang model ditusuk dari luar. Ini sebetulnya hanya untuk sementara, kalau dipakai terus menerus efeknya membuat karat dan berujung pecah ban,” terangnya lagi.  ***

 

PenulisR24/wan



Loading...