riau24

Pengakuan Keluarga Korban Ambruknya Dermaga Buton di Siak: Sang Bunda Beberapa Kali Terima Firasat Lewat Mimpi

Rabu, 18 September 2019 | 10:19 WIB
Hingga Selasa tadi malam, proses pencarian Wandra Riandy terus berlangsung. Pria itu terjatuh ke laut dan hanyut saat ambruknya dermaga roro di Pelabuhan Buton, Siak. Foto: lin Hingga Selasa tadi malam, proses pencarian Wandra Riandy terus berlangsung. Pria itu terjatuh ke laut dan hanyut saat ambruknya dermaga roro di Pelabuhan Buton, Siak. Foto: lin

RIAU24.COM -  SIAK- Hingga saat ini, proses pencarian terhadap jasad Wandra Riandy, korban yang hanyut ke laut saat ambruknya dermaga roro di Pelabuhan Buton, Siak, masih terus dilakukan. Terkait hilangnya pria itu, pihak keluarga pun merasakan duka yang sangat mendalam.

Seperti diketahui, insiden robohnya dermaga roro langsung membuat kaget banyak pihak. Insiden yang tak diduga-duga itu terjadi Selasa (17/9/2019). Malang bagi Wandra, ia yang ketika itu tengah berada di tempat lokasi musibah, jatuh dan terseret arus laut. Hingga hari ini Rabu 18 September 2019, keberadaannya belum kunjung terungkap.

BACA JUGA : Meski Pengedar Sudah Banyak Ditangkap, Sekda Siak Risau Kasus Narkoba Masih Marak

Beberapa jam setelah kejadian, kedua orangtua korban yakni Lazifo (61) dan istrinya Yeni, sudah tiba di Pelabuhan Buton, Siak.

Kepada wartawan yang sempat menemuinya, sang ayah menuturkan Wandra adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ia sudah diangkat menjadi pegawai honorer di  Badan Pengelola Transportasi Darat BPTD Kementerian Perhubungan di Pelabuhan Buton, sejak dua tahun lalu.

Terkait musibah yang menimpa putranya, sang ayah mengaku sama sekali tidak ada menerima firasat apa-apa. "Hanya saja perasaan saya seharian tadi tidak enak. Ternyata ada kejadian ini,” ungkapnya.



BACA JUGA : Bupati Alfedri Resmikan dan Apresiasi Kampung Sadar Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan

Berbeda dengan sang ayah, ibunda korban mengaku telah beberapa malam ini belakangan ini selalu bermimpin tentang suatu hal yang sama. Menurut Yeni, ia sering ada sesuatu yang hanyut dari tangannya. Meski sudah berusaha hingga berulang ulang kali untuk meraihnya, namuan barang yang hanyut itu tak kunjung bisa ia raih kembali.

"Mungkin itu firasat seorang ibu dan ternyata inilah kenyataannya. Saya sudah tenangkan, dia berada di mobil dan saya ingatkan bahwa apa yang terjadi ini hanya penyebab, memang umurnya sudah sampai di situ,” tambah Lazifo.

Dia juga menyebutkan bahwa mereka sudah ikhlas dan menerima ketentuan Allah SWT ini. “Semoga Tim SAR cepat menemukannya. Kami akan menunggu sampai putra kami ditemukan,” ujarnya lagi dengan nada lirih. ***

 

PenulisR24/lin



Loading...