riau24

Jalur Alternatif Pasca Ambruknya Dermaga Buton, Pelabuhan Di Alihkan Ke Bengkalis

Sabtu, 21 September 2019 | 19:53 WIB
Ambruknya dermaga Buton, langsung dipindahkan ke Bengkalis (foto/lin) Ambruknya dermaga Buton, langsung dipindahkan ke Bengkalis (foto/lin)

RIAU24.COM -  SIAK- Pasca ambruknya dermaga Pelabuhan Buton Kecamatan Sei Apit Kabupaten Siak, Selasa, (17/9/2019) dengan menelan satu orang korban Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa lagi.

Ambruknya dermaga pelabuhan Roro Tanjung Buton Kabupaten Siak Sri Indrapura tersebut, Gubernur Riau memanggil seluruh pihak terkait untuk mencari solusi dan langkah langkah selanjutnya termasuk KSOP kelas II Tanjung Buton dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis membahas Jalur alternatif untuk berlabuhnya kapal Roro yang berasal dari tiga daerah tersebut.

BACA JUGA : Meski Pengedar Sudah Banyak Ditangkap, Sekda Siak Risau Kasus Narkoba Masih Marak



Disampaikan Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Tanjung Buton Zainuddin M.Mar menyebutkan bahwa rapat itu berlangsung di Pekanbaru pada Kamis, (19/9/2019) kemaren. telah dibahas tentang jalur alternatif tempat bersandarnya kapal Roro   Tanjung Buton  tujuan Tanjung Balai Karimun, Telaga Bungur Batam dan tujuan Kampung Balak Meranti.

"Rapat koordinasi tersebut dibahas tentang jalur alternatif bersandarnya Roro asal tiga daerah tersebut untuk sementara jalur Tanjung Buton kita tutup dulu dan dermaga sementara kita alihkan dulu ke dermaga sei selari, memang kita sudah lakukan rapat koordinasi dengan Pemkab Bengkalis dalam hal ini Dinas Perhubungan, namun masih akan di lanjutkan kembali rapatnya untuk membahas masalah waktu bersandarnya karena pelabuhan Sei Selari Bengkalis merupakan jalur aktivitas rutin pengguna jasa," kata Zainuddin Kepala KSOP Kelas II Tanjung Buton, Jum'at, (20/9/2019).



BACA JUGA : Bupati Alfedri Resmikan dan Apresiasi Kampung Sadar Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan



Kata Zainuddin rapat tersebut perlu dilakukan kembali karena kapal kapal Roro Bengkalis- pakning mempunyai aktivitas rutin dan pihaknya akan mendudukkan masalah jadwal Roro asal Batam, Tanjung Balai Karimun serta Meranti kapan bisa bersandarnya.

Dikatakan Zainuddin bahwa kapal Roro yang merapat di dermaga Tanjung Buton rutinitasnya tidak setiap hari kecuali pada saat lebaran terjadi peningkatan.

Terkait dengan kapan mulai di operasikan, KSOP Kelas II Tanjung Buton pada prinsipnya siap saja. "tetapi kita hanya menunggu kesiapan pihak operator dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, karena ada hal hal yang perlu diperhitungkan, seperti ukuran kapal yang bisa bersandar di pelabuhan sei Selari," tutup Kepala KSOP Kelas II Tanjung Buton.

Terkait dengan perbaikan, Kepala KSOP belum bisa memastikan hanya saja kemaren dari pemerintah pusat sudah datang untuk melakukan pengecekan ke lokasi dermaga. (Lin)

PenulisR24/lin



Loading...