riau24

Memanas, Iran Kecam Sanksi Baru AS

Sabtu, 21 September 2019 | 22:09 WIB
Foto (internet) Foto (internet)

RIAU24.COM -  Kementerian Luar Negeri Iran menyebutkan bahwa kebijakan  sanksi Washington terhadapw Taheran telah gagal dan Amerika Serikat (AS) harus memahami hal ini. Pernyataan itu dikeluarkan sebagai tanggapan terhadap langkah-langkah restriktif terbaru AS terhadap Teheran.

"Amerika Serikat harus mengakui bahwa kebijakan sanksinya telah gagal," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Mousavi.

"Tidak ada yang baru dalam sanksi ini, karena ini adalah sanksi lama dalam bentuk baru," imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu 21 September 2019.

BACA JUGA : Soal Operasi Di Suriah, Jerman Sebut Turki Langgar Hukum Internasional

Sementara itu menurut Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif, sanksi baru ditujukan untuk memblokir transaksi internasional Iran serta membatasi aksesnya ke makanan dan obat-obatan. Langkah ini tidak dapat diterima dan berbahaya. Zarif menekankan bahwa AS telah memberlakukan semua sanksi yang mereka dapat terhadap Iran.

Pemerintahan Trump memberlakukan sanksi ekonomi baru terhadap Iran, menargetkan bank sentral dan dana kekayaan negara.

"Kami sekarang telah memotong semua sumber dana ke Iran," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.

Langkah ini dilakukan menyusul serangan pesawat tak berawak akhir pekan lalu terhadap fasilitas minyak Saudi Aramco yang menyebabkan kebakaran besar dan sebagian mengganggu produksi minyak negara itu, mempengaruhi harga minyak global. Meskipun serangan itu diklaim oleh kelompok Houthi, Washington menyalahkan insiden di Teheran. Iran pun dengan tegas membantah semua tuduhan.



BACA JUGA : Netizen Dibuat Takjub, Pemain Sepakbola Wanita Ramai-ramai Lindungi Lawan yang Hijabnya Terlepas, Rekamannya Jadi Viral

Menteri Pertahanan AS Mark Esper dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Joseph Dunford juga mengumumkan bahwa AS akan mengirimkan sejumlah pasukannya ke Arab Saudi sebagai tanggapan atas permintaan Kerajaan. Esper menambahkan bahwa penempatan pasukan AS akan bersifat defensif.

 

Sumber: Sindonews

PenulisR24/riko



Loading...