riau24

Ternyata Pencipta Pesawat Tanpa Awak di Bengkalis Ini Cuma Tamatan SD

Kamis, 10 Oktober 2019 | 10:36 WIB
Mariandi alias Andi warga Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis ini cuma tamatan SD (foto/hari) Mariandi alias Andi warga Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis ini cuma tamatan SD (foto/hari)

RIAU24.COM - BENGKALIS- Siapa mengira Mariandi alias Andi warga Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis Riau ini yang hanya di jenjang Pendidikan rendah bukan hambatan untuk dirinya yang bisa berkreasi serta menciptakan hal yang baru.

Andi hanya tamatan sekolah dasar (SD) namun dirinya bisa merakit pesawat terbang tanpa awak digunakan untuk foto pemetaan wilayah yang akan diperlukan.

BACA JUGA : Mahasiswa FTIK Unisi Ikuti Workshop Dramatic Manipulation



Bahkan dirinya sudah membuat pesawat terbang dengan remote kontrol sendiri sejak lima tahun lalu. Ketika ditemui sejumlah wartawan, Andi langsung memperlihatkan pesawat ciptaanya sendiri yang dibuatnya guna untuk foto pemetaan.

Pesawat miliknya ini sudah dibuatnya sejak dua tahun lalu bahkan sudah terbang puluhan kilometer dilangit Pulau Bengkalis. Diutarakannya, ia membuat pesawat ini berawal dari hobi.

"Awalnya hanya melihat perakitan dan pembuatan pesawat tanpa awak melalui video di media sosial. Ketika itu mulai ada keinginan, belajar sendiri pelan pelan, beli mesin dan alatnya," cerita Andi kepada Riau24.com, Rabu 9 Oktober 2019.



BACA JUGA : 74 Mahasiswa UIR Penerima Beasiswa Bidik Misi Ikuti Pembinaan



Lanjut Andi, pertama kali membuat pesawat terbang remote secara manual itu berhasil dikerjakanya pada lima tahun lalu yang hanya dengan kemampuan seadanya. Kemudian dia kembali berhasil menciptakan pesawat sendiri.

"Belajar terus, sampai saat ini alhamdulillah sudah ada sembilan pesawat yang sudah saya buat,"ungkap Andi yang memiliki anak satu ini.

Pria yang memiliki motto dimana ada niat pasti bisa ini kembali mengatakan, ketertarikanya dengan pesawat terbang tanpa awak berawal saat dia berada di Malaysia. Ketika itu bekerja di Batu Pahat. Apalagi kondisi malaysia sangat maju, dia melihat banyak masyarakat mengunakan teknologi untuk kehidupan sehari hari.

"Saya sempat lihat ada yang menggunakan pesawat tanpa awak untuk memyirami kebunnya. Dari sanalah timbul niat ingin menguasai teknologi seperti itu,"paparnya.

Setelah dari perantauan, kemudian dia Andi red, langsung belajar secara outodidak dengan melihat video video pesawat tanpa awak. Dengan pelan pelan mulai mempraktekkannya merakit sendiri pesawat tersebut.

"Bahannya seperti mesin dan alat lainnya kami beli dari luar negeri, paling dekat dari Malaysia. Yang paling jauh biasanya langsung pesan dari cina. Sementara untuk body dan sayap pesawat dibuat dengan mengunakan styrofoam dan dilapis bahan lainnya dibuat sendiri,"ungkap Andi lagi.

Awal membuat pesawat tanpa awak ini Andi sempat mengalami ke gagalan saat uji coba. Namun ia terus belajar dan tidak putus asa dan akhirnya berhasil buat satu pesawat sekitar lima tahun lalu.

Setelah berhasil, Andi terus mengembangkan ilmunya untuk mengembangkan pesawat tanpa awaknya. Sekitar dua tahun terakhir inilah kami berhasil buat pesawat yang bisa dimanfaatkan untuk foto pemetaan wilayah.

Pesawat tanpa awak untuk foto pemetaan ini, cerita Andi diciptakannya untuk melakukan pemetaan desa. Awalnya dirinya mendapat tawaran untuk memetakan desa dengan mengunakan pesawat lewat foto udara.

"Tawaran inilah kami manfaatkan buat pesawat pemetaan, dengan modal dari desa yang menawarkan pembuatan pemetaan ini," ujarnya lagi.

Dirinya belajar sendiri sampai paham dan mulai membuat pesawat pemetaan ini pada dua tahun lalu, dengan ukuran pesawat sekitar dua meter ini. Lalu, Andi melengkapi semua peralatan mesin dan kamera serta alat navigasi khusus.

Bahkan untuk pesawat ini dirinya memesan khusus peralatannya dari cina. Terutama batrai yang memiliki kapasitas 16.000 MAH dan mampu menerbangkan pesawat lebih dari satu jam.

Ciptaan Andi ini, jika diakumulasikan dirinya sudah menghabiskan uang hampir sekitar 100 juta. Namun sangat bangga dan bisa bermanfaat.

"Sampai hari ini dirinya sudah memetakan tiga desa melalui udara dengan menggunakan alat ini. Diantaranya pemetaan Desa Sederak Kecamatan Bengkalis, Desa Sebauk dan Desa Sungai Alam. Ini dalam waktu dekat kita juga akan lakukan pemetaan untuk desa Air Putih," katanya.

Selain untuk pemetaan, dirinya berharap pesawat ciptaannya bisa bermanfaat lain untuk kepentingan umum. Terutama untuk pemantauan udara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

"Kalau pihak terkait mau memanfaatkan untuk pemantauan Karhutla kita mau membantunya. Mudah mudahan pihak terkait mau bekerjasama," pungkasnya. (R24/hari)

PenulisR24/hari



Loading...