riau24

Kali Ini KPK yang Kritik Arteria Dahlan, Ini Sebabnya

Jumat, 11 Oktober 2019 | 11:37 WIB
Arteria Dahlan Arteria Dahlan

RIAU24.COM -  Hingga saat ini, anggota DPR RI dari Frakdi PDIP Arterian Dahlan, masih menjadi sorotan. Hal itu setelah ia dinilai tidak berlaku tidak pantas saat menghujat ekonomi senir Emil Salim, dalam sebuah acara dialog di salah satu stasiun televisi swasta.  Beragam kritikan pun melayang. Tidak hanya kepada sosok pribadinya, partai tempatnya bernaung juga ikut kena imbas.

Bahkan kali ini, sorotan datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu terkait dengan pernyataan Arteria mengenai dugaan penyalahgunaan kekuasaan penegak hukum untuk memeras sejumlah pihak.

Tudingan itu sempat dilontarkan Arteria saat menjadi narasumber di acara talkshow Mata Najwa, Rabu kemarin, 9 Oktober 2019. Dalam acara talkshow itu, Arteria menyebut isu KPK gadungan justru digunakan oleh lembaga antirasuah untuk menutupi keburukan KPK saat melakukan pemerasan.

BACA JUGA : Jokowi Tarik Gerindra Ke Pemerintahan, Hidayat Nur Wahid: Ini Aneh

Terkait hal itu, juru bicara KPK Febri Diansyah, membantahnya.  "Terdapat tuduhan yang disampaikan dalam forum tersebut, seolah-olah isu KPK gadungan dibuat untuk menutupi tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh KPK. Kami pastikan hal itu tidak benar," lontarnya, Jumat 11 Oktober 2019 kepada awak media.

Dilansir viva, Febri mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Polri untuk memproses pelaku pemerasan dan penipuan yang mengaku-ngaku bekerja di KPK. Sepanjang tahun 2018, setidaknya, telah diproses 11 perkara pidana oleh Polri terkait hal tersebut dengan 24 orang sebagai tersangka.

Pihaknya juga telah menerima 403 aduan tentang pihak-pihak yang mengaku KPK tersebut, pada Mei hingga Agustus 2019.Pengaduan tersebut diterima melalui Call Center 198 yang selanjutnya diidentifikasi Direktorat Pengaduan Masyarakat.

"Klarifikasi mengenai KPK palsu tersebut sudah pernah dilakukan melalui siaran pers di website KPK, doorstop kepada media, dan di media sosial," terangnya lagi.



BACA JUGA : ICW Prediksi Pemerintahan Jokowi Jilid Dua Bakal Hadapi Kutukan

Sangat Disayangkan
Karena itu, Febri menegaskan, penyampaian data yang keliru yang dilakukan Arteria Dahlan sangat disayangkan.

"Kami mengajak semua pihak, terutama para penyelenggara negara termasuk politisi untuk berbicara secara benar dan tidak menyesatkan publik dengan informasi-informasi yang tidak benar. Kita tahu persis, informasi palsu adalah musuh bagi bagi kebebasan informasi dan hama bagi demokrasi," ujarnya lagi. ***

PenulisR24/wan



Loading...

Terpopuler