riau24

Malam Ini Pimpinan MPR Akan Bertemu Ketum Gerindra Prabowo Subianto

Jumat, 11 Oktober 2019 | 17:47 WIB
Ketum Gerindra Prabowo Subianto (foto/int) Ketum Gerindra Prabowo Subianto (foto/int)

RIAU24.COM -  JAKARTA- Para pimpinan Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) akan bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019) pukul 19.00 WIB.

Menurut Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, pertemuan itu memiliki dua tujuan. Pertama, menyampaikan undangan pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2019 mendatang dan membahas rencana amendemen UUD 1945.

BACA JUGA : Ketum Golkar Klaim Masih Jadi Menteri Jokowi, Airlangga: Insyaallah Rabu Diumumkan



"Kita minta saran, masukan dan  pandangan terkait agenda dan kinerja MPR RI termasuk amendemen terbatas," ujar Jazuli melalui pesan singkat, Jumat (11/10/2019).

Pada hari Kamis (10/10/2019) kemarin, sembilan Pimpinan MPR bertemu dengan Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Menurut Ketua MPR Bambang Soesatyo kedatangan tersebut untuk memastikan usul amendemen untuk memasukan kembali haluan negara.



BACA JUGA : Terkuak, Jokowi Akui Ada Menteri dari Gerindra, Dahnil Anzar: Belum Ada yang Dihubungi



Nantinya, haluan negara tersebut akan menjadi semacam pedoman pembangunan nasional dari sisi ekonomi selama 50 hingga 100 tahun ke depan.

"Bagaimana kita bisa menciptakan ke depan ini suatu hal yang semacam cetak biru atau blue print Indonesia 50-100 tahun ke depan yang semua mengacu pada satu buku induk," ujar Bambang.

Nantinya, kata Bambang, kepala pemerintah akan menyusun visi dan misinya kepada haluan negara tersebut. Karena merupakan peta jalan atau road map pembangunan nasional.

Dengan demikian, pembangunan nasional dapat berjalan secara berkesinambungan meski presidennya berganti.

Tidak hanya kepala negara, haluan negara yang ditetapkan oleh MPR juga harus dijalankan oleh kepala daerah.

"Seharusnya visi misi pemimpin dari mulai presiden, bupati, wali kota dan seterusnya itu harus mengacu kepada peta Jalan Indonesia yang sudah kita (MPR) gariskan ke depan," kata politisi dari Partai Golkar itu.

"Sehingga manakala ada pergantian kepala negara itu blue-printnya sama, sehingga tidak memulai lagi dari bawah. Dengan demikian diharapkan pembangunan ekonomi kita bisa cepat," ucap Bambang.(R24/Bisma)

PenulisR24/riki



Loading...