riau24

Koplak, Gara-gara Istri Nyinyir Soal Penusukan Wiranto, Eh Komandan Kodim Ini Malah Dicopot dan Ditahan

Jumat, 11 Oktober 2019 | 20:25 WIB
KSAD Andika KSAD Andika

RIAU24.COM -  JAKARTA – Komandan Kodim Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Kolonel Hedi Suhendi (HS). Dia juga harus menjalani penahanan ringan selama 14 hari. Tak hanya Hedi, anggota TNI AD Serda Z, juga dicopot. 

Sanksi mengenaskan ini terjadi hanya karena unggahan di media sosial yang dilakukan istri mereka tentang insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto. Unggahan tersebut dinilai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, bernada nyinyir dan mengandung ujaran kebencian.

”Saya hanya ingin menyampaikan sehubungan dengan beredarnya postingan di sosmed, menyangkut insiden yang dialami oleh Menko Polhukam, maka AD telah mengambil keputusan. Pertama, kepada dua individu yang juga merupakan istri dari anggota TNI AD,” kata KSAD di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Menurut Andika, kedua istri tentara itu diduga melanggar UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait postingan mereka. Karena itu, AD mendorong prosesnya ke peradilan umum.

KSAD memastikan, Kolonel Hedi dan Serda Z tetap akan dikenai penegakan hukum. Keduanya dinyatakan telah memenuhi pelanggaran terhadap UU Nomor 25 Tahun 2014 mengenai hukum disiplin militer.

Sebagai konsekuensinya Kolonel HS dicopot dari jabatannya. Dia juga akan menjalani hukuman disiplin militer berupa penahanan ringan 14 hari.

Ditanya bagaimana korelasi antara postingan istri dengan pemecatan itu, Andika menegaskan bahwa berdasarkan penyelidikan diketahui Kolonel Hedi dan Serda Z telah memenuhi pelanggaran undang-undang.

”Sudah jelas dan ini kan merupakan suatu tindakan melanggar hukum. Detailnya nanti proses hukum. Tapi dari penelusuran awal itu ada memenuhi (pelanggaran). Tim hukum saya sudah ada di belakang, dir hukum ada, dengan wakil komandan pusat PM AD. Penyidik yang sudah mempelajari,” kata dia.

Sedangkan terhadap Serda Z, kata KSAD, dikeluarkan surat perintah melepas jabatannya dan dan menjalani hukuman disiplin.***

PenulisR24/saut



Loading...