riau24

Pertama Kali di Riau, Eka Hospital Pekanbaru Berhasil Lakukan Melakukan Operasi Cochlear Implant

Sabtu, 12 Oktober 2019 | 09:15 WIB
Eka Hospital Pekanbaru bersama PERHATI Pusat berhasil melakukan operasi Cochlear Implant yang dilakukan Operasi yang berlangsung selama 4 jam Eka Hospital Pekanbaru bersama PERHATI Pusat berhasil melakukan operasi Cochlear Implant yang dilakukan Operasi yang berlangsung selama 4 jam

RIAU24.COM - Untuk pertama kalinya di Provinsi Riau, Eka Hospital Pekanbaru bersama PERHATI Pusat berhasil melakukan operasi Cochlear Implant yang dilakukan Operasi yang berlangsung selama 4 jam pada Sabtu, 05 Oktober 2019 lalu tersebut berjalan lancar. 

Kepala Divisi Marketing Eka Hospital Pekanbaru Dr. Deny mengatakan, melalui kerjasama dengan PERHATI Pusat ini diharapkan kebutuhan masyarakat di Propinsi Riau akan operasi cochlear implant yang selama ini hanya dapat dikerjakan di Jakarta, mulai dapat dilakukan di Riau dan membantu anak anak yang mengalami gangguan bahasa, serta bicara yang disebabkan tuli saraf berat untuk dapat mengembangkan kemampan bicara dan bahasa.

"Eka Hospital terus berkomitmen untuk terus menjadi yang terdepan di Propinsi Riau dalam pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat," kata Dr. Deny melalui rilisnya kepada Riau24.com.

Sementara itu, Dr Benny Hidayat Sp.THT-KL menjelasakan setelah operasi cochlear implant diperlukan proses lanjutan yaitu Pemetaan (Mapping) dan Habilitasi. Pemetaaan atau mapping adalah proses untuk menyesuaikan suara yang diterima oleh setiap pemakai dengan menggunakan perangkat komputer.
BACA JUGA : Sudah Habis Musim, Taman Bunga Matahari Pekanbaru Tetap Ramai Pengunjung

"Pemetaan dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan fungsi alat sejalan dengan perkembangan kemampuan pemakai dalam mendengar dan berbicara dan terus dilakukan secara berkala selama pemakai menggunakan Cochlear Implant," jelasnya.

Habilitasi adalah proses pelatihan sehingga pemakai dapat memperoleh manfaat optimal dari Cochlear Implant dan berbeda dari latihan bicara yang biasa dilakukan untuk penderita gangguan penderita gangguan pendengaran yang hanya berfokus pada kemampuan mendengar.

Pelatihan merupakan suatu prasyarat mutlak bagi pengguna Cochlear Implant. Tanpa pelatihan, pengguna tidak akan memperoleh manfaat apapun dari Cochlear Implant. Habilitasi harus melibatkan pelatih, pemakai dan orang tua pemakai.

Untuk diketahui, Cochlear Implant ini merupakan alat bantu dengar yang dipasang langsung di dalam rumah siput telinga (cochlear). Cochlear ini berfungsi untuk merangsang syaraf pendengaran secara langsung dan menggantikan sebagian fungsi rumah siput dalam menangkap dan meneruskan gelombang suara ke otak.


BACA JUGA : Diskes Pekanbaru Ungkap Ibu Hamil Banyak Mengidap HIV/AIDS

Berbeda dengan alat bantu dengan yang hanya memperkuat suara, implant cochlear jauh lebih efektif. Kerusakan rumah siput dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain infeksi toxoplasma atau virus selama kehamilan, akibat pengaruh obat-obatan tertentu selama kehamilan, akibat kelahiran dengan berat badan rendah, kuning, tidak langsung menangis saat lahir dan faktor lainnya. 

Implant cochlear sangat berguna untuk penderita gangguan pendengaran jenis tuli syaraf. Cochlear implant direkomendasikan untuk anak usia 12 bulan sampai 17 tahun yang mengalami tuli saraf pada kedua telinga, orang dewasa yang mengalami tuli saraf berat pada kedua telinga dengan syarat telah mengenal suara, serta penderita tuli yang tidak mendapatkan manfaat nyata dari alat bantu dengar konvensional (hearing aid). 

Pemasangan dilakukan melalui operasi dengan pembiusan umum dan menggunakan mikroskop pembedahan khusus yang saat ini hanya dimiliki Eka Hospital Pekanbaru di Propinsi Riau.

PenulisR24/ibl



Loading...

Terpopuler