riau24

Bersama Pemko Pekanbaru, BI Perwakilan Riau Turut Serahkan Kartu Smart Madani dan KIA

Selasa, 15 Oktober 2019 | 14:33 WIB
Bank Indonesia Perwakilan Riau bersama Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dan Kanwil BNI, melakukan penyerahan Kartu Smart Madani dan Kartu Identitas Anak di SMP N 4 Pekanbaru (Foto: istimewa) Bank Indonesia Perwakilan Riau bersama Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dan Kanwil BNI, melakukan penyerahan Kartu Smart Madani dan Kartu Identitas Anak di SMP N 4 Pekanbaru (Foto: istimewa)

RIAU24.COM - Bank Indonesia Perwakilan Riau bersama Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dan Kanwil BNI, melakukan penyerahan Kartu Smart Madani dan Kartu Identitas Anak di SMP N 4 Pekanbaru, Selasa, 14 Oktober 2019.

"Saat ini kita berada di era kekinian dan berada di antara generasi millennial. Kondisi ini merupakan anugerah sekaligus tantangan di era digital ini," Kepala BI Perwakilan Riau, Decymus di Pekanbaru.

Di Indonesia sendiri, lanjutnya, proporsi generasi millenial berkisar 34,45 persen dari  penduduk negeri ini. Berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, generasi millenial merupakan generasi yang melek teknologi dan bergantung pada teknologi digital untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Salah satunya adalah penggunaan transaksi keuangan.
BACA JUGA : Peringati Hari Kesehatan Nasional dan HUT IKBR, Eka Hospital Pekanbaru Gelar Aksi Donor Darah

"Jika beberapa tahun lalu pembayaran tunai masih menjadi pilihan utama, kini masyarakat mulai melakukan transaksi secara non-tunai dengan alasan kecepatan dan kepraktisan," lanjutnya.

Apa lagi, berdasarkan riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS), sebagian besar generasi millenial memiliki akses ke perangkat elektronik yang terhubung dengan internet.

Dari 2.384 responden di seluruh Indonesia, sebanyak 54,3 persen responden mengaku menggunakan transaksi non tunai setiap harinya. Dari data tersebut, Bank Indonesia dari tahun 2014 mencanangkan program Gerakan Nasional Non Tunai dengan tujuan untuk meningkatkan kebiasaan masyarakat terhadap penggunaan instrumen non tunai.

"Hingga akhirnya, akan terbentuk suatu komunitas masyarakat yang bertransaksi non tunai dalam kegiatan ekonominya atau yang biasa disebut dengan Less Cash Society (LCS)," kata dia lagi.


BACA JUGA : Danlanud Rsn Buka Kejuaraan Marching Band Bertaraf Internasional

Lebih lanjut Decymus mengatakan, perwujudan Less Cash Society ini penting untuk mendorong perekonomian yang lebih efisien. "Tak hanya itu, bisa meningkatkan aspek governance dalam pengelolaan keuangan oleh masyarakat, pelaku bisnis maupun instansi pemerintah, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota," tuturnya.

Dari kegiatan tersebut, dia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemko Pekanbaru, Kanwil BNI, dan SMP Negeri 4 Pekanbaru, yang secara nyata telah mewujudkan komitmen dengan menggunakan instrumen non tunai kartu smart madani. SMP Negeri 4 Pekanbaru dapat menjadi pelopor dan contoh bagi sekolah-sekolah lainnya untuk dapat mendorong perwujudan Less Cash Society.

"Semoga ke depannya, program digitalisasi terus berkembang di sektor lainnya, seperti digitalisasi transportasi, digitalisasi pasar hingga merambah ke berbagai aspek lainnya demi mewujudkan Pekanbaru Smart City yang berkelanjutan demi meningkatkan kemudahan dan kenyamanan masyarakat Kota Pekanbaru dalam menjalankan transaksi keuangan," harap Decymus.

PenulisR24/ibl



Loading...
Loading...