riau24

Kompleks Bangunan Cagar Budaya Landraad dan ControlIeur di Benhil Akan Dipugar

Rabu, 16 Oktober 2019 | 19:23 WIB
Pemkab Siak gesa penyusunan dokumen perencanan pekerjaan teknis Kota Pusaka Prioritas, kegiatan ini dilakukan agar tersusunnya Detail Engineering Design (DED), perencanaan pemugaran bangunan cagar budaya Controlleur dan Landraad (foto/lin) Pemkab Siak gesa penyusunan dokumen perencanan pekerjaan teknis Kota Pusaka Prioritas, kegiatan ini dilakukan agar tersusunnya Detail Engineering Design (DED), perencanaan pemugaran bangunan cagar budaya Controlleur dan Landraad (foto/lin)

RIAU24.COM -  SIAK- Pemkab Siak gesa penyusunan dokumen perencanan pekerjaan teknis Kota Pusaka Prioritas, kegiatan ini dilakukan agar tersusunnya Detail Engineering Design (DED), perencanaan pemugaran bangunan cagar budaya Controlleur dan Landraad yang terletak di Kampung Benteng Hilir kecamatan Mempura.

BACA JUGA : Penjaringan Gerindra Siak, Alfedri Daftar Cabup, Sutarno Serta Mester Hamzah Cawabup



Bupati Siak Alfedri saat membuka kegiatan itu mengatakan untuk menetapkan sebuah kawasan sebagai kota pusaka, melalui proses yang cukup panjang. Tahapanya bisa mencapai lima sampai dengan tujuh tahun ke depan. 

"Penetapan Siak sebagai kota pusaka, sudah kita lalui tahap pertama yaitu Penelitian dan pendokumentasian arsip. Pembagian wilayah kita tetapkan menjadi tiga zonasi. Pertama Komplek Istana Siak, Perumahan Datuk Pesisir dan Tangsi Belanda, Landraad dan ControlIeur," kata Bupati Alfedri di Balai Zamrud, Rabu Malam, 16 Oktober 2019.



BACA JUGA : Sekda Hamzah Ajak Masyarakat Siak Meningkatkan Iman dan Takwa di Momen Maulid Nabi



Alfedri menjelaskan, terkait perencanan teknis fokus pembahasan, yaitu bagai mana pemanfaat dan peruntukan Tangsi Belanda, dan restorasi kompleks bangunan Landraad dan ControlIeur yang ada di Mempura.

"Yang menarik tahapan perencanaan teknis kota pusaka ini, kita sudah memasuki tahap ke dua. Tahap Identifikasi, inventarisir dan diagnosa kerusakan banguan. Tentu ini menjadi tapan yang penting," ungkapnya.

Ia berharap setelah di lakukan restorasi nantinya, bagaimana bangunan tersebut dijadikan salah satu media dalam proses pembelajaran bagi masyarakat terhadap sejarah, sosial budaya dan arsitektur.

"Kita tidak ingin bangunan Restorasi, tapi tidak di fungsikan, dan harapan saya bersama pak Gubernur Syamsuar pada saat Festival jaringan kota pusaka tahun depan, jamuan makan malam para tamu di lakukan di Tangsi belanda Siak,"tutupnya. 

Sementara itu konsultan yang menangani perencanaan teknis Kota Pusaka Siak Joni Wongso menyampaikan, tidak banyak catatan, foto, lukisan dan data resmi yang dapat di jadikan rujukan kapan komplek ini di bangun.

"Melalui pertemuan ini kami berharap bapak dan ibu dapat memberikan masukan, untuk menjadi data tambahan bagi kami, sehingga memudahkan kami dalam melakukan falidasi data, baik fisik dan juga informasi," ungkapnya.

Lanjutnya, Tangsi Belanda, Istana Siak serta komplek bangunan Landraad dan ControIleur di Benteng Hilir merupakan satu kesatuan yang tidak dapat di pisah dari sejarah. 

Landraad dan ControlIeur di Benteng Hilir merupakan komplek bangunan admintrasi peninggalan kolonial selama berada di Siak Sri indarpura. Menjadi saksi pentingnya keberadaan Kesultanan Siak yang menguasai wilayah pantai Timur Sumatera yang di perebutkan oleh  Inggris dan Belanda.

Hadir pada rapat itu, tokoh masyarakat Hamdan Saili, Ketua LAMR Siak, Wan Said, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Siak Hendrisan, SHC Temas, komenitas peduli sejarah Siak Heritage serta pimpinan OPD. (R24/Lin)

PenulisR24/lin



Loading...
Loading...